Refleksi Hari Pangan Sedunia, Abdul Basyid Has Soroti Kebijakan Impor Pangan


Ikuti Berita Terbaru Kami

WARTAKEPRI.co.id, KEPRI – Abdul Basyid Has, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI periode 2018-2024 daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memberi catatan kritis terkait peringatan Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada Selasa, 16 Oktober 2018 kemarin.

Basyid menilai pentingnya menjaga kedaulatan pangan sama dengan pentingnya menjaga harga diri bangsa Indonesia. Ia menyayangkan kebijakan pangan yang tidak memihak pada petani bangsa Indonesia sendiri.

Baca Juga :  Forum RT RW dan Omas di Kepri Ucapkan Terimakasih Kepada Penyelenggara Pemilu 2019

” Di tanah yang begitu subur dan luas ini, bagaimana bisa kita masih impor pangan? Ini harus kita kaji dimana akar permasalahannya. Saya kira petani kita sangat mampu,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Kamis (18/10/2018).

Dikatakan Basyid, kebijakan impor beras, garam, dan sebagainya, di tengah melimpah ruahnya lahan kita adalah masalah yang cukup memalukan dan harus segera dibenahi.

Baca Juga :  Mappilu PWI se Indonesia Dilantik di HPN 2019, Mappilu PWI Kepri Segera Bentuk Tim Pemantau

“Jika stok nasional sudah cukup seperti yang sempat diberikatan, hendaknya kita jangan lagi impor. Kasihan petani kita,” beber Caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Ia pun menyarankan agar petani dibina dengan serius secara berkala. Lebih baik pemerintah mengadakan edukasi bagi petani supaya bisa meningkatkan produktivitas pertanian.

“Seperti di Jepang, saya dengar petani di sana bisa panen 6 kali dalam setahun. Kalau begini kan bisa mensejahterakan petani kita sendiri. Negara harus hadir mendorongnya. Daulat pangan adalah marwah bangsa,” pungkas Basyid yang juga Ketua DPW PKB Kepri.(*)

Baca Juga :  Akhirnya Rahma Resmi Berhenti jadi Anggota DPRD Tanjungpinang

Editor: Adit

Ikuti Berita Terbaru Kami


DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA
AWAL BROS