20 Ahli Gempa, Longsor, dan Mitigasi Dari Jepang Bantu Master Plan Reconstruction Bersama Bapenas



Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 58
  • Share

Wartakepri.co.id, JAKARTA –  Presiden JICA Shinichi Kitaoka dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengadakan pertemuan bilateral untuk membahas kerja sama dalam menyusun Master Plan for the Rehabilitation and Reconstruction of the Affected Regions in the Central Sulawesi.

Pertemuan tersebut Di sela-sela 2018 International Monetary Fund-World Bank Group Annual Meetings di Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10/2018) lalu.

Kemiripan struktur geografis Indonesia dan Jepang menyebabkan kedua negara memiliki kesamaan multi-bahaya bencana khususnya dengan gempa bumi, tsunami, banjir, dan likuifikasi tanah.

“Tentunya dari pengalaman Jepang atas bencana alam, terutama gempa, tsunami, banjir, dan likuifikasi tanah, Indonesia dapat belajar tentang manajemen bencana dari Jepang.

Manajemen bencana tersebut mencakup analisis risiko bencana, mitigasi dan kesiapan penanggulangan bencana, juga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dengan fokus pada perencanaan pembangunan di wilayah-wilayah Indonesia yang rentan akan bencana alam,” ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, usai pertemuan bilateral.

Gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah yang menyebabkan tsunami pada waktu lalu menyisakan pekerjaan rumah tentang bagaimana mendorong efektivitas dan efisiensi mitigasi bencana di Indonesia agar dapat meminimalkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.

Master Plan for the Rehabilitation and Reconstruction of the Affected Regions in the Central Sulawesi, mengusung konsep “Build Back Better, Safer and Sustainable for Resilient Indonesia”, akan berisi data komprehensif tentang kerugian ekonomi dan sosial yang dirasakan wilayah terdampak sehingga penganggaran untuk rehabilitasi Kota Palu, terutama Kabupaten dan Kabupaten Donggala, dapat dilakukan secara cermat hingga ke aspek pembangunan tata ruang wilayah jangka panjang.

Sebagai langkah awal, Kementerian PPN/Bappenas dan JICA akan memulai survei lapangan ke area terdampak bencana di Sulawesi Tengah pada 17-19 Oktober 2018 mendatang.

Dalam survei tersebut, tak kurang dari 20 ahli gempa, longsor, dan mitigasi bencana dari Jepang akan menyusun analisis pemahaman terhadap kondisi lahan untuk memetakan daerah yang aman untuk dibangun kembali.(Rls,Jica)

Kiriman : Rikyrinovsky

Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 58
  • Share

WIRARAJA
DEWAN PERS WARTAKEPRI
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB LINGGA
PEMKO BATAM PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
DPRD BATAM
DPRD LINGGA

Berita Terkait