Satu Peserta MTQ Nasional Asal Natuna Masuk Final



WARTAKEPRI.co.id ,Natuna – Mulyadi  peserta asal Kabupaten Natuna masuk Babak final pada MTQ Nasional XXVII  berlangsung di halaman Istana Maimun Medan.Rabu,(10/10/2018).

Kepala Bagian Tata Usaha (KTU) Kemenag Natuna, H. Nasuha kepada wartakepri.co.id mengatakan, kamis pagi, Mulyadi ikut berlamba merebut tiket juara 1 dan 2 pada nomor Hifzil Quran 1 Juz  plus tilawah.

Mulyadi merupakan siswa dari yayasan pusat pembinaan dan pengembangan Alqur’an atau yang dikenal dengan Qur’an Centre Batam.

Nasoha mengatakan, anak Natuna yang dikirim menimba ilmu di Qur’an Center Batam berjumlah 10 orang, Ma’had Said bin Zaid Batam 5 orang dan Pendidikan Ulama Tarjih 1 orang di Yogyakarta.

“Alhamdulillah kita bersyukur,semoga beliau dapat mempersembahkan prestasi terbaik sehingga Kabupaten kita Natuna Harum dalam Sebutan dan disamping itu semoga SDM Qari serta Hafizh kita diperhitungkan.

Ini lah salah satu wujud dari semangat Hari Jadi Kabupaten Natuna ke-19, yaitu Mengukir Prestasi Membangun Negeri.

Baca Juga :  Dandim Letkol Ucu Yustiana dan Wabup Natuna Berbagi Berkah Ramadhan

Jaya lah Natuna-ku Jaya lah Negeri-ku. Kado Terindah di Hari Jadi, Negeri Laut Shakti Rantau Bertuah,”ujar H. Nasuha.

Lanjut Nasoha,Pelaksanaan MTQ  Nasional di Kota Medan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi anak-anak Natuna yang lain lebih giat belajar Quran.

Ajang MTQ itu, sambung Nasoha, untuk membangkitkan  kesadaran umat Muslim, terutama generasi muda untuk lebih mengenal, menghayati dan melestarikan nilai-nilai yang terkandung dalam Quran untuk kehidupan. 

Kutip dari laman RRI medan, Maria Ulfa, Ketua Majelis cabang 1 dan 5 jus plus tilawah mengatakan persaingan sangat ketat, hampir sama semua peserta, terutama hafalan memiliki nilai sama tinggi.

“Kalau tilawah masih nampak bisa kita bedakan, tapi kalau hafalan lancar semua luar biasa,” ujarnya.

Baca Juga :  Enjoy Biliard Botania 2 Batam Centre Cuma Rp 20 Ribu per Jam

Maria Ulfa mengungkapkan, penilaian dalam cabang tersebut sama dengan cabang tahfiz 10 juz, 20 juz, dan 30 juz, antara lain fashahah (fasih/jelas), cara berhenti, cara mengulang bacaan, dan utama adalah hafalan karena memiliki poin penilaian paling tinggi.

“Tetapi hafalan itu tidak hanya lancarnya saja, harus dengan fashohah yang bagus, dengan lajjah orang Arab membaca. Kadang ada yang lancar tapi lajjahnya nggak Arab, masih ada kedaerahannya muncul,” kata Maria.

Namun dikatakan Maria Ulfa, saat ini para peserta MTQN XXVII sudah mengalami peningkatan signifikan dibanding peserta tahun-tahun sebelumnya.

“Sekarang peningkatan lajjah Arabnya sudah bagus-bagus. Jadi nanti mungkin irama murotalnya itu kita bisa ketemu untuk membedakan juara 1,2, dan 3,” tuturnya.

Baca Juga :  Masyarakat Digegerkan Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Batuaji Batam

Dikatakan Maria Ulfa, dari 44 peserta tahfiz 1 juz dan 5 juz pada hari pertama, hampir 90 persen memiliki kualitas yang setara.

Bahkan banyak peserta meraih nilai rata-rata diatas 90. Namun menurtu Ulfa belum ada peserta yang nilainya diatas 95.

“Rata-rata nilainya diatas 90, tapi kita masih ingin menjaring yang 96 atau 97, itu belum dapat, paling tinggi 95 koma, belum ketemu yang 96. Kalau ada 96 itu sudah excellent, level internasional ,kita lihat saja besok,” jelasnya.

MTQN XXVII cabang 1 dan 5 juz plus tilawah diikuti 136 peserta karena masing-masing provinsi mengirimkan dua perwakilan untuk satu cabang. Hingga hari kedua pelaksanaan lomba, sudah 90 peserta yang tampil yakni 45 cabang 1 juz dan 45 cabang 5 juz. (*)

Kiriman : Rikyrinovs


DEWAN PERS WARTAKEPRI
WIRARAJA
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB LINGGA
PEMKO BATAM PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
DPRD BATAM
DPRD LINGGA