WKTV Daai Technology Co Ltd Siap Berinvestasi USD 100 Juta dan Rekrut 10 Ribu Pekerja di Batam



WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam kembali akan kedatangan investor asing untuk menanamkan modalnya.

Investor asal Taiwan tersebut akan membangun industri daur ulang plastik untuk dijadikan selimut, pakaian, kemeja, selendang, dan tas belanja. Nilai investasi yang ditanamkan terbilang besar yakni mencapai USD 100 juta.

” Nilai investasinya mencapai USD 100 juta. PMA tersebut merupakan joint investasi antara China dan Jepang. Industri dan investasi ini membutuhkan lahan sekitar 10 hektare, dengan jumlah tenaga kerja yang akan dibutuhkan mencapai 10 ribu orang lebih,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepri Akhmad Maruf Maulana, Selasa (9/10/2018).

Baca Juga :  Bea Cukai Batam Gelar Survey Kepuasan Penggunaan Jasa Tahun 2017

Ditambahkan Akhmad Maruf Maulana penanaman Modal Asing (PMA) besar yang akan menanamkan modalnya di Pulau Batam tersebut yakni, salah satunya Daai Technology Co, Ltd.

Maruf mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang dalam tahap negoisasi untuk membahas rencana investasi industri daur ulang plastik tersebut di Pulau Batam.

Di negara asalnya, di Taiwan, perusahaan atau industri daur ulang plastik tersebut mampu memproduksi lebih dari 3.000 selimut per hari. Dengan teknologi yang dimiliki, perusahaan ini mampu mendaur ulang plastik menjadi produk pakaian yang berkualitas.

Baca Juga :  Hari Pahlawan di Mapolda Kepri, Perjuangan dulu Bukan Hanya Satu Kelompok

Perusahaan tersebut juga sering dikujungi mahasiswa setempat untuk mempelajari teknologi daur ulang plastik yang mampu menghasilkan produk selimut, kemeja, pakaian, dan tas yang berkualitas.

Sekadar diketahui, iklim investasi di Kepri mulai bergairah lagi dengan masuknya beberapa investor asing. Investor tersebut bahkan mulai membangun pabriknya dan mendatangkan mesin-mesin agar bisa segera berproduksi. Kawasan-kawasan industri barupun, seperti di daerah Kabil, Punggur, mulai gencar dibangun.

Baca Juga :  Kadin Batam Dorong Terbentuknya Badan Promosi Pariwisata Batam

Dampak dari masuknya para investor baru atau PMA tersebut, yakni pertumbuhan ekonomi di Kepri mulai meningkat. Pertumbuhan ekonomi Kepri saat ini tumbuh mencapai 4,7%. Dan ditargetkan mampu menyentuh angka 5% pada akhir tahun 2018.(*)

Editor : Dedy Suwadha


DEWAN PERS WARTAKEPRI
WIRARAJA
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB LINGGA
PEMKO BATAM PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
DPRD BATAM
DPRD LINGGA



Berita Terkait