BUMDes Serasan Natuna fokus mengelola Home Industri Tikar Pandan Sampai Gula Aren



WARTAKEPRI.co.id,NATUNA – Hari kedua kunjungan kerja di Kecamatan Serasan Wabub Natuna, Ngesti Yuni Suprapti Dialog bersama Warga.Pertemuan berlangsung di gedung pertemuan Kantor Camat Serasan Timur, di Desa Arung Ayam, Senin, (08/10/2018).

Wabub Ngesti Senang mendengar kabar baik dari Masyarakat , selain mata pencarian utama  melaut para ibu ibu  juga terus giat produksi Tikar pandan yang berupa tampilan tikar yang berwarna-warni dengan dominan warna merah, hijau, ungu, kuning, bahkan hitam, menjadikan daya tarik tersendiri.

Tikar Pandan Serasan yang terkenal adalah yang bermotif Bunga Matahari dan Motif Rabun 13 Bunga Cengkeh. Hinga panganan berupa

Produk unggulan desa berupa gula ijuk (aren) kemasan dengan nama “Gule Ijuk Payak.

Wabub Negsti Dialog Bersama Perangkat Mayarakat Kecamatan Serasan

Dari sesi temu ramah itu, Wabub Negesti mengingatkan sumber utama permasalahan keuangan Pemerintah ditingkat Desa kurangnya komunikasi sehinga aturan Desa tidak jalankan sesuai petunjuk teknis berlaku.

Ngesti menyampaikan, bahwa saat ini Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat, akan memprioritaskan bidang infrastruktur, kesehatan dan pendidikan di Kecamatan Serasan Timur.

Untuk itu dia menghimbau, agar Aparatur Pemerintah Desa diseluruh Natuna, harus selalu melakukam komunikasi yang baik dengan Pemerintah Daerah Natuna, melalui Forum Kepala Desa (FKD).

Baca Juga :  Mau Buka Bisnis di Oxley Convention City, Ini Tarif Promosinya ‎

Lebih lanjut ,Ngesti berharap agar masyarakat Serasan Timur khususnya, bisa mempersiapkan sumberdaya manusia (SDM), khususnya dibidang kesehatan dan pendidikan.

“Bentuk perhatian pemerintah dibidang kesehatan, telah berdiri Gedung Puskesmas diwilayah perbatasan, yang ada di Kecamatan Serasan Timur,” kata Ngesti.

Selain itu, kata Ngesti, perdagangan antar lintas batas negara yang dilakukan masyarakat di Kecamatan Serasan dan Serasan Timur, dengan negara tetangga Malaysia, sudah menjadi salah satu budaya yang sulit untuk dihentikan.

Hingga saat ini, kata Ngesti, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, masih memberikan keleluasaan untuk masyarakat di Dua Kecamatan tersebut, dalam melakukan perdagangan antar lintas batas negara.

“Aktifitas ini memang tidak bisa dibatasi, karena sudah menjadi budaya, susah untuk diputus. Namun saya ingatkan, ini jangan sampai terjadi masalah.

Misalnya membawa barang  bersubsidi dari Malaysia secara berlebihan, ini tidak boleh. Biasanya barang yang tidak boleh keluar negara itu, barang yang disubsidikan oleh Pemerintah Malaysia,” sebut Ngesti.

Mengenai pembangunan infrastruktur ditingkat Desa dan Kecamatan, lanjut Ngesti, ada beberapa sumber dana yang bisa digunakan, yaitu Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD), APBD dan APBN, melalui DAK dan DAU.

Baca Juga :  Hamid Rizal dan Istri Hadiri Gala Primer “Jelita Sejuba” di XXI Epicentrum Jakarta

“Namun karena adanya tunda salur dari Pemerintah Pusat yang belum dikucurkan ke Daerah, makanya banyak kegiatan yang terkendala pelaksanaannya. Tapi kalau dana tunda salur ini dibayarkan, InshaAllah semuanya selesai,” tuturnya.

Lebih lanjut Ngesti tidak mau lagi ada dengar kabar pengunanan dana desa tidak tepat sasaran.

“Saya tidak mau ada Kepala Desa yang ngancam-ngancam mogok kerja dan mau tutup kantor. Jangan sampai seperti itu, kasian masyarakatnya yang ingin mendapatkan pelayanan administrasi. Karena ini bukan kesalahan siapa-siapa, karena memang kondisi anggaran kita yang defisit hingga Rp 200 milyar tahun ini,”ujarnya.

Sementara dalam sesi tanya jawab, Kepala Desa Payak, Aryandi, berharap Pemerintah Daerah dapat merealisasikan pembangunan jalan di desanya, yang kata dia kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

“Ibu PKK kami saja dapat mengharumkan nama daerah Natuna, dengan mengikuti lomba masak tingkat Nasional. Tapi masak untuk jalan saja, tidak bisa dibangun. Kami sangat berharap tahun depan Pemda Natuna bisa merealisasikannya,” harap Kedes.

Baca Juga :  Jika Aturan Seperti KEK Lama Diberlakukan, Pengusaha-Investor Trauma

Selain dibangun jalan semenisasi atau rabat beton betulang, Pemerintah Desa Payak juga berharap adanya perbaikan sarana telekomunikasi, atau signal dengan baik.

Selain masalah signal, Aryandi juga menyampaikan, bahwa saat ini BUMDes Payak, tengah fokus mengelola industri rumahan, berupa gula ijuk (gula aren).

Namun sayangnya, hingga sampai saat ini, pihaknya belum mendapatkan label halal dari Instansi terkait, atas kemasan produk olahan rumah tangga yang menjadi andalan, untuk menunjang perekonomian masyarakat di Desa Payak.

“Itulah masalah terbesar yang sedang kami hadapi, Kalau masalah listrik, alhamdulillah tahun ini sudah masuk PLN. Ini semua tidak lepas dari peran Pemerintah Daerah dan media, yang pernah mempublikasikan masalah kelangkaan listrik di Desa Payak,” tutup Aryandi.

Usai melakukan temu ramah, Ngesti bersama rombongan langsung melakukan peninjauan dibeberapa pembangunan infrastruktur yang ada di Kecamatan Serasan Timur. Diantaranya gedung Puskesmas, Pelabuhan Air Nusa dan Arung Ayam, Jalan di Desa Payak, Abrasi Pantai serta Irigasi.(*)

Kiriman :  Rikyrinovs


DEWAN PERS WARTAKEPRI
WIRARAJA
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB LINGGA
PEMKO BATAM PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
DPRD BATAM
DPRD LINGGA