WKTV Warga Bengkong Nusantara Protes Air ATB Tidak Mengalir ke Rumah, Tapi Kios Kios Mengalir

WKTV Warga Bengkong Nusantara Protes Air ATB Tidak Mengalir ke Rumah Tapi Kios Kios Mengalir


Polres Anambas

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Komisi III DPRD Kota Batam menggelar rapat mengenai permasalahan air bersih di Kota Batam pada Selasa, 9/10/2018. Rapat yang digelar di ruang komisi III DPRD Kota Batam ini dihadiri langsung oleh perwakilan dari PT Adhya Tirta Batam.

Menurut ketua RW Bengkong Nusantara, Herman, air sudah tidak lagi mengalir selama berbulan-bulan. Sehingga warga terpaksa menggunakan air hujan dan air lori untuk sehari-hari. Menurutnya, masyarakat sampai ribut dikarenakan masalah air yang tidak mencukupi didaerah mereka.

Simak Videonya :

Komisi 3 DPRD, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan bahwa permasalahan mengenai air di beberapa daerah sudah disepakati sejak Agustus 2007.

Wahyu W, selaku manager ATB mengaku bahwa tim ATB sudah berkali-kali memeriksa tentang tekanan air didaerah tersebut. Wahyu menuturkan bahwa jaringan air dari ATB sama sekali tidak ada kendala ataupun masalah. Sayangnya karena kurangnya tekanan air, maka air tersebut tidak bisa sampai menuju ke atas.

Sementara itu, M.Yunus selaku anggota DPRD menilai bahwa respon ATB saat ini sedikit lebih lambat dibandingkan dulu. Sehingga laporan yang diberikan oleh masyarakat lambat direspon oleh pihak ATB sendiri.

Jafar, salah satu warga dari Bengkong Nusantara, air ATB bisa mengalir dirumahnya. Namun, mengapa di rumah masyarakat yang lain tidak bisa? Jafar meminta untuk menghilangkan kios-kios di daerah Bengkong Nusantara. Air bisa mengalir di kios-kios. Namun mengapa air tidak bisa mengalir di rumah masyarakat?

Hal ini tentu menjadi tanda tanya besar untuk kita semua. Bahkan, masyarakat menyatakan siap untuk membayar meteran demi air bersih dari ATB.

“Saya yakin ini ada oknum yang bermain disitu. Ini perlu kita selidiki Pak Ketua,” ujar Yunus.

Nyanyang mengatakan bahwa ia akan segera mengirimkan surat rekomendasi dari DPRD untuk mempercepat proses.

“Saya mohon tolong dihargai sbg masyarakat. Kita sama sama manusia. Ini kebutuhan masyarakat. Kita manusia Pak. Mandi 3 kali sehari. Bukan kambing kita ini.”

Hasil rapat :

1. Meminta kepada kawasan. Untuk mempercepat instalasi pipa

2. Atb memasang pipa sesuai permintaan masyarakat

3. BP Kawasan, Masyarakat, ATB dan DPRD kota batam menyepakati waktu untuk segera memasang langsung dan tidak menggunakan kios lagi.

4. Bp Kawasan DPRD dan pemerintah mengawasi pemasangan pipa

5. Waktu yg sudah disepakati 30-60 hari apabila 60 hari tidak ada kesepakatan maka DPRD akan melakukan rapat kembali.

Sementara itu anggota DPRD akan melakukan Rapat internal dengan ATB minggu depan. (*)

Tulisan : Okta Safitri/Riko



DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA
AWAL BROS