Forppi Kepri akan Laporkan PGN Lagi, dan Dorong BUMD Kelola Penyuplaian Gas ke PLN



WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Diskusi yang juga dihadiri para stakeholders, Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, pengurus Kadin Kepri, pelaku usaha, dan tokoh masyarakat, cukup menarik ketika sesi tanya jawab.

Diskusi Membedah Kenaikan Harga Gas, di Harris Hotel, Senin (17/9/2018 ) sore, dan dipandu moderator Suyono Saputro, dosen Fakultas Ekonomi UIB.

Ketua Kadin Kepri Akhmad Makruf Maulana meminta kepastian, apakah Listrik di Batam akan mati menyeluruh, jika per 1 Oktober 2018, tidak terjadi kesepakatan beli Gas ke PGN akibat ada kenaikan hingga 40 persen.

” Kalau tidak ada kesepakatan antara PGN dengan PLN, apakah Batam akan gelap, karena seluruh pembangkit baru PLN menggunakan Gas, mati karena tidak dapat suplay gas,” tanya Makruf.

Makruf juga memberi solusi agar Kepri tidak terlalu mahal membeli gas di daerah sendiri.

” Kami dari kadin mendukung Gubernur Kepri untuk mengelola Instalasi gas dari Natuna, Anambas untuk PLN Batam. Pakai pola BUMD saja, dan kami Kadin siap mencarikan siapa pengusaha yang siap membiayainya,” kata Makruf yanf disambut positif oleh Gubernur Kepri.

Baca Juga :  Bolu Awak Bakery Cafe & Rosto Hadir Di Kota Batam, Ternyata Artis Ini Pemiliknya

Selian masalah kepastian apakah akanati atau tidak, pertanyaan tentang kepastian apakah per 1 Oktober 2018, PGN bertransaksi beli gas pakai Dollar ke ConocoPhillips atau tidak, menjadi penekanan penting disampai Anggota Kadin Kepri. Bahkan, pihak Kadin Kepri akan kembali melaporkan Pihak PGN jika menggunakan mata uang asing ke pihak Conoco Phillips.

” Jika nanti Oktober 2018, PGN beli pakai Dollar, maka kami dari Kadin Kepri kembali akan membuat laporan,” kata Marten, Pengurus Kadin Kepri dan juga dari Forum Pengusaha Pribumi Indonesia Forppi.

Diskusi ini juga dihadiri Kepala PGN Batam Amin Hidayat, Kepala Perencanaan PLN Batam Kirana, Kepala Kantor BI Perwakilan Kepri Gusti Raizal eka Putra, SKK Migas Wahyu, dan Kadis ESDM Kepri Amjon yang diwakili, serta Kapolda Kepri yang diwakili AKBP Suherman. 

Baca Juga :  Genjot Ekonomi Wisata Kadin Batam Akan Bentuk GIPI di Kepri

Masalah penggunaan transaksi menggunakan mata uang asing oleh PGN ke Pihak Conoco, jadi sorotan anggota Kadin, karena seluruh kontrak kerja swasta anggota kadin wajib mengikuti aturan UU tentang mata uang rupiah.

” Kami ada kontrak energi di Papua dan diwajibkan pakai rupiah, Mestinya PGN beli gas dengan rupiah ke sana, untuk transaksi kontrak Oktober 2018 nanti,” terang Andi Bola.

Sebelumnya dalam pemaparan pembicara, Kepala PGN Batam Amin Hidayat mengatakan, rencana PGN menaikkan harga gas industri di Batam belum final dan masih didiskusikan di Kementerian ESDM. Pembahasan mengenai rencana kenaikan harga gas tersebut, kata Amin, masih berlangsung sehingga belum ada keputusan apakah jadi diterapkan atau tidak. 

Penyesuaian harga gas dengan adanya perubahan harga jual gas, kata Amin, maka secara otomatis akan mempengaruhi komposisi struktur harga jual gas PGN kepada konsumen.

“Persetujuan harga jual gas melalui pipa telah diatur dalam Permen No 58 tahun 2017. Meski demikian, PGN tidak diperbolehkan menaikkan harga jual gas kepada masyarakat atau konsumen rumah tangga,” ujarnya. 

Baca Juga :  Media Gathering SKK Migas, Bahas Dampak Berita Harga Minyak Turun

Sementara itu, Kepala Perencanaan PLN Batam Kirana mengatakan bahwa, PLN Batam merupakan salah satu mitra PGN dalam penyediaan pasokan gas untuk pembangkit listrik di Batam. PLN Batam sudah menjalin kontrak dengan PGN selama 15 tahun, sejak 2004 hingga 2018. 

Terkait rencana kenaikan harga jual gas oleh PGN, Kirana mengatakan, PLN Batam baru melakukan hitung-hitungan jika rencana itu jadi diterapkan.

Asumsi kenaikan tarif listrik PLN Batam jika harga gas mengalami kenaikan sekitar 25%, yakni berkisar 6,15%. 

“Angka ini (6,15%) hanya ekuivalen dari rencana kenaikan gas 25%. Jadi belum ada pembahasan maupun keputusan di kami (PLN Batam) untuk menaikkan tarif listrik meski PGN nantinya berencana akan menaikkan harga jual gas per 1 Oktober 2018 nanti,” ungkapnya.(*)

Editor : Dedy Suwadha


DEWAN PERS WARTAKEPRI
WIRARAJA
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB LINGGA
PEMKO BATAM PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
DPRD BATAM
DPRD LINGGA



Berita Terkait