KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam Amankan Ratusan Satwa dan Tumbuhan asal Malaysia

DEWAN PERS WARTAKEPRI

Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 58
  • Share

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Ratuasan Satwa dan Tumbuhan berhasil diamankan Petugas penindakan dan penyidikan (P2) Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam. Keterangan pers dilaksanakan di aula kantor pelayanan utama bea dan cukai B Batam jumat (13/7/2018). Hadir Kepala KPU Bea dan Cukai Batam Kepala karantina ikan, Kepala Karantina Pertanian Batam,Kepala BKSDA, Kabid P2 Bea dan cukai.

Kepala kantor Bea dan Cukai Tipe B Batam Susila Brata mengatakan, bahwa dari pengakuan tersangka, mereka diupah dengan jasa cuma di hitung setelah barang sudah sampai.

” Namun sebelum barang ini sampai ke tujuan, akhirnya petugas berhasil mengamankan tersangka yang membawa muatan yang tidak melengkapi dokumen,” kata Susila Brata Kepada Wartakepri.co.id Jumat (13/7/2018)

Menurut Susila, sesuai dengan Nota Hasil Intelijen, Petugas P2 Bea dan Cukai di Pelabuhan Batu Ampar melakukan pemeriksaan atas sarana pengangkut KM. BI yang datang dari Pelabuhan Pasir Gudang Malaysia ke Pelabuhan Batu Ampar Batam karena diduga membawa muatan yang tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah.

” Ya..petugas Bea dan Cukai sedang melakukan pemeriksaan kapal (Boatzooking) di ruang Nahkoda KM. BI, petugas mencurigai beberapa kali barang yang diduga tidak tercantum di dalam manifest. Kemudian petugas membawa barang-barang tersebut ke KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dilakukan pencacahan, kedapatan,”ujarnya.

Berikut hasil tangkapannya, diamankan pertama 909 Ekor Kura-Kura dengan kondisi baik yang berasal Malaysia, 24 Ekor Iguana kondisi baik berasal dari negara Malaysia, 6 Ekor Burung perkutut kondisi baik Malaysia, 12 Ekor Love Bird Kondisi baik asal Malaysia, 1
Ekor anak buaya kondisi baik asal Malaysia, 12 pcs tanaman hias kondisi baik asal Malaysia.

Saat ini satwa dan tumbuhan tersebut telah dititipkan kepada Seksi Konservasi Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau di Batam dan telah diajukan permohonan kepada Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam dan Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Batam untuk dapat dilakukan uji laboratorium terkait kesehatan satwa dan tumbuhan tersebut.

Diduga upaya penyelundupan satwa dan tumbuhan kemungkinan termasukd dalam apendiks cites yaitu : Apendiks I adalah daftar seluruh spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional. Apendiks I sedikitnya berisi 800 spesies hewan dan tumbuhan.

Apendiks II adalah daftar spesies yang tidak terancam kepunahan, tapi mungkin terancam punah bila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan. Dalam apendiks II berisi sekitar 32.500 spesies,”jelasnya.

Upaya penyelundupan satwa dan tumbuhan tersebut diduga melanggar Tindak Pidana Kepabeanan yaitu mengangkut barang impor dari pelabuhan Pasir Gudang Malaysia tujuan pelabuhan Batu Ampar Batam menggunakan kapal KM Batam Indah VI yang tidak tercantum dalam manifes dan/atau menyembunyikan barang impor secara melawan hukum sebagai mana dimaksud dalam Pasal 102 huruf (a) jo. Pasal 102 huruf (e) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan jo. Pasal 55 ayat 1 KUH Pidana jo. Undang-Undang Karantina yang diduga dilakukan oleh AG dan TD,”ungkapnya.

Jenis satwa dan jenis tumbuhan beserta nilai perkiraan masih menunggu identifikasi dari Seksi Konservasi Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau. Tindak lanjut penanganan atas penyelesaian kasus ini masih dalam proses penelitian lebih lanjut,”terangnya.

Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 58
  • Share
WIRARAJA
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB LINGGA
PEMKO BATAM PEMPROV KEPRI

Berita Terkait