Irwan S Tanjung: Mestinya Anggota Bawaslu Kepri Tahu Aturan Hukum Memberi Hadiah

DEWAN PERS WARTAKEPRI

Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 58
  • Share

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Praktisi Hukum Kepulauan Riau, Irwan S Tanjung menilai laporan seorang mahasiswa terkait dugaan gratifikasi (pemberian hadiah) yang dilakukan dua anggota Bawaslu Kepri kepada tiga orang mantan Tim Seleksi Anggota Bawaslu Kepri 2017 ke Polres Tanjungpinang, harus serius ditanggapi oleh pihak kepolisian.

Dikutip dari BatamClic.com (Kepri Media Group), Iwan menilai apa dasarnya anggota Bawaslu Kepri terpilih memberikan hadiah ke mantan Timsel Bawaslu Kepri.

“Apa dasarnya mereka memberikan hadiah? Mereka kan seharusnya paham hukum, bahwa pemberian hadiah itu melanggar hukum,” tegas Irwan.

Irwan meminta pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini dengan setransparan mungkin.

“ Saya khawatir, kalau ini tak diproses, maka kedepannya akan terjadi pelanggaran-pelanggaran lagi,” jelas Irwan.

Para anggota Bawaslu dijelaskan Irwan, merupakan anggota komisi yang diberi amanah untuk menjadi wasit bahkan diberi kewenangan untuk menindakan segala kecurangan dalam pemilihan umum, baik legislatif maupun pemilihan kepala daerah.

“ Bagaimana mereka bisa bekerja dengan baik, jujur dan sesuai dengan amanat undang-undang, kalau mereka saja terindikasi melanggar undang-undang,” paparnya.

Irwan Tanjung juga bersedia menjadi kuasa hukum pelapor, jika kasus tersebut dilimpahkan ke Polda Kepri.

“ Saya siap jadi kuasa hukum adik mahasiswa yang melaporkan kasus ini, tanpa biaya, asalkan kasusnya ditarik ke Polda,” tutup pengacara yang kerap menangani kasus-kasus besar ini.

Sebelumnya, media ProKepri memberitakan Dua anggota Bawaslu Kepri dan tiga mantan Tim Seleksi Anggota Bawaslu Kepri dilaporkan ke Polres Tanjungpinang atas kasus dugaan gratifikasi.

Kelima orang ini dilaporkan oleh Suaib, mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Kepulauan Riau pada Kamis (12/7/2018).

“ Iya bang. Baru aja siap diperiksa sebagai pengadu (pelapor),” kata Suaib saat dikonfirmasi prokepri, Kamis (7/12/2018) Mahasiswa sore.

Suaib membeberkan, dua orang komisioner Banwaslu yang dilaporkannya dengan dugaan Gratifikasi (pemberian hadiah,red) berupa tas warna coklat muda dan satu buah tas Paper Back kepada tiga anggota panitia seleksi anggota bawaslu kepri tahun 2017 lalu.

Proses pemberian hadiah dari anggota Bawaslu Kepri kepada anggota Tim Seleksi Bawaslu Kepri

“ Hadiah diberikan oleh anggota Bawaslu Kepri di Kantor Bawaslu pada tanggal 11 November 2017. Saya juga udah menyerahkan beberapa foto pada saat penyerahan tas itu kepada penyidik,” jelas Suaib.

Suaib sengaja melaporkan kasus tersebut ke polisi karena melihat sejumlah pengakuan anggota Bawaslu dimedia massa ketika di demo mahasiswa belum lama ini.

“Kita serahkan proses hukum kepada penyidik polisi. Sebagai warga negara, saya memiliki hak untuk mengadukan dugaan Gratifikasi ini dengan bukti,” katanya.

Terpisah, Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi melalui Kasat Reskrim, AKP Dwihatmoko Wiraseno dikonfirmasi media ini membenarkan laporan gratifikasi tersebut.

“Ada bang,” singkat Dwihatmoko.(*)

Sumber: BatamClick.com/ProKepri.com
Foto Istimewa/Facebook Irwan Tanjung

Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 58
  • Share
WIRARAJA
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB LINGGA
PEMKO BATAM PEMPROV KEPRI

Berita Terkait