BMKG Ingatkan Nelayan Natuna dan Anambas Ancaman Ombak Tinggi dan Angin Kencang

WIRARAJA

WARTAKEPRI.co.id NATUNA-BMKG Natuna ingatkan nelayan tetap waspada angin kencang secara tiba – tiba sekitar Natuna dan Anambas.

Dihimbau bagi masyarakat terutama nelayan dan kapal pelayaran untuk waspada dan berhati-hati melaut, terutama di perairan laut Natuna bagian utara dan laut china bagian selatan karena potensi ketinggian gelombang laut tinggi >3m dapat terjadi dan di laut antara Natuna dan Anambas gelombang laut berkisar 0.5m – 2.5m terutama tanggal 10 -13 juli 2018.

Berdasarkan analisa kondisi cuaca wilayah Natuna untuk seminggu kedepan di prakirakan Adanya pertemuan angin di wilayah perairan Natuna dan perairan Anambas karena adanya daerah bertekanan rendah di laut China Selatan Philipina.

” Kondisi tersebut akan mempengaruhi peningkatan pembentukan pertumbuhan awan2 konvektif diwilayah Natuna dan Anambas,” kata Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Ranai, Asrul Saparudin,di Ranai,(11/7/2018).

Ia menjelaskan, adanya pusat tekanan rendah menarik massa udara disekitarnya sehingga membuat pertumbuhan awan menjadi lebih intens.

Menurut dia, BMKG telah mencatat angin kencang yang terjadi pada selasa Prospek Keadaan Cuaca Wilayah Natuna
Berlaku 08 – 14 Juli 2018 patut untuk diwaspadai.

“Stasiun Meteorologi Ranai mencatat kecepatan angin maksimum yang terjadi kemarin mencapai 43 knot atau kurang lebih 85 km/jam,” kata asrul.

Seperti diketahui hari ini, angin kencang melanda Natuna mengakibatkan banyaknya pohon tumbang, jaringan listrik rusak dan rumah warga roboh.

Pola Angin di prakirakan dari arah Selatan hingga Barat Daya terjadi peningkatan untuk wilayah Natuna dan perairan Anambas, terutama di laut antara Anambas dan Natuna.

Sedangkan sebelah Utara Anambas dan Sebelah Utara Natuna yaitu dengan kecepatan angin berkisar 10km/jam hingga 35km/jam, sehingga akan mempengaruhi tinggi gelombang di wilayah tersebut.

Oleh karena itu, Ia menghimbau masyarakat, nelayan khususnya agar tetap berhati – hati dalam menjalankan aktifitas.

“Kalau untuk kemungkinan terjadi masih, sebab dari citra satelit, Natuna masih tertutup awan konvektif, oleh karena itu masyarakat dihimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba tiba,” imbuhnya.

Kiriman:Rikyrinovsky

Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 56
DEWAN PERS WARTAKEPRI
BANNER BOTANIA

PEMPROV KEPRI
PEMKO TANJUNGPINANG
PEMKO BATAM PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA

Berita Terkait


DPRD KEPRI
DPRD BATAM
DPRD LINGGA