Rugikan Negara PN Tanjungpinang Vonis Suami Artis Winda Viska Denda Rp 100 juta



Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 58
  • Share

WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Mulyadi Tan alias Ahi (33) yang terjerat dalam kasus penyeludupan ribuan botol minuman keras, divonis denda Rp100 juta atau digantikan dengan (subsider) kurungan selama sebulan. Kasusnya yang sempat menjadi sorotan masyarakat di Kota Batam dan Kota Tanjungpinang ini, digelar dalam proses persidangan terhitung cepat, hingga proses putusan bersalahnya.

Vonis terhadap bos salah satu tempat hiburan di Tanjungpinang ini dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (28/6/2018). Persidangan berlangsung tanpa peliputan media mengingat pelaksanaannya yang berlangsung relatif pagi. Mulyadi Tan alias Ahi (33) diketahui adalah suami artis Winda Viska.

Vonis dijatuhkan majelis hakim – terdiri Acep Sopian Sauri, Monalisa Siagian dan Santonius Tambunan – terhadap Ahi lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penutut Umum (JPU) berupa denda Rp150 juta atau kurungan badan selama 18 bulan.

Tuntutan maupun vonis dijatuhkan terhadap Ahi ini memang terbilang jauh dibandingkan dengan ancaman hukuman maksimal atas pasal 106 UU RI nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dan pasal 142 UU RI nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan yang didakwakan kepadanya.

Dalam pasal di undang-undang dimaksud, bagi pelaku usaha yang melakukan kegiatan usaha perdagangan tidak memiliki perizinan di bidang perdagangan yang diberikan oleh Menteri terancam pidana penjara paling lama 4 tahun atau pidana denda paling banyak Rp10 miliar.

Vonis dijatuhkan dua hari setelah JPU Kejari Tanjungpinang membacakan tuntutan pada Selasa (26/6).

Terhadap putusan yang dipercepat ini sebelumnya memang telah dijelaskan Haryo Nugroho, JPU Kejari yang menangani kasus ini. Selasa (26/6), Haryo menyebut dirinya yang meminta kepada majelis hakim supaya putusan dipercepat. Alasannya karena dia harus ke Jambi, melaksanakan serah terima jabatan. Haryo memang pindah tugas.

Hal senada juga diakui Santonius Tambunan, Humas PN Tanjungpinang sekaligus hakim anggota dalam perkara ini. Menurutnya, permintaan JPU itu bisa dimaklumi dan dikabulkan supaya sidang perkara ini tidak dibebankan kepada jaksa lain.

“Sebetulnya memang bisa saja digantikan jaksa lain. Tapi ini bisa dimaklumi,” ujar Santonius.

Mempercepat proses persidangan dia katakan sesuai azaz peradilan: cepat, sederhana, dan berbiaya murah. “Idealnya seperti itu. Semua peradilan diupayakan cepat.Supaya terdakwa cepat mendapat kepastian hukum,” tandasnya.

Mengenai putusan, Santonius menjelaskan jika itu telah melalui beberapa pertimbangan. Bahwa Ahi merupakan pelaku usaha dan tulang punggung keluarga, ancaman pasal didakwakan bisa dipidana denda atau hukuman badan, belum pernah dihukum, sopan dan mengakui perbuatannya selama persidangan berlangsung.

” Meski tindakannya merugikan negara, sebagaimana diketahui, barang bukti juga sudah dirampas. Itu juga sebagai hukuman,” tandas Santonius.

Ahi yang memang tidak ditahan selama proses persidangan menerima putusan majelis hakim. Dia melenggang karena membayar denda yang ditetapkan. (*)

Sumber Berita : inilahkepri/Andri

Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 58
  • Share

WIRARAJA
DEWAN PERS WARTAKEPRI
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB LINGGA
PEMKO BATAM PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
DPRD BATAM
DPRD LINGGA

Berita Terkait