Hasil Survei Warga Tanjungpinang Jelang Pilwako, Debat Visi Misi Tak Pengaruhi Calon Pemilih

BANNER WARTA KEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 45

WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Debat publik tahapan ketiga yang akan digelar oleh KPU Tanjungpinang Jumat (22/6) dinilai mampu memberikan pencerdasan politik, tapi belum tentu mengubah pilihan masyarakat atau membuat masyarakat berpartisipasi pada tahapan pencoblosan 27 Juni 2018 mendatang.

Hal tersebut seperti diungkapkan Direktur Gurindam Research Centre (GRC) Raja Dachroni dalam rilisnya Kamis (21/6/2018). Menurutnya, dalam survei yang dilakukan GRC terkuak landasan memilih masyarakat Kota Tanjungpinang itu sangat simple dan sederhana.

Dalam survei yang dilakukan GRC beberapa bulan silam dengan pertanyaan apa alasan mereka memilih calon, jawaban pertama adalah sudah dikenal baik 66,8 Persen, berpengalaman 12,8 persen, visi -misi atau program yang ditawarkan 4,3 persen, calon independent 3,3 persen, didukung partai pilihan saya 2,8 persen, sosok orang baru menjanjikan perubahan 2,6 persen, dari kalangan generasi muda 2,0 persen, kinerja bagus 0,8 persen, tidak terlibat korupsi 0,8 persen, ganteng 0,8 persen, merakyat 0,5 persen dan lainnya 1,8 persen

Populasi survei ini adalah WNI yang berdomisili di Kota Tanjungpinang dan telah mempunyai hak pilih (memiliki KTP), yakni berusia 17 tahun ke atas atau yang sudah menikah ketika dilakukan survei ini.

Sampel berasal dari 4 Kecamatan di Kota Tanjungpinang yang terdistribusi secara proporsional berdasarkan besaran jumlah penduduk. Jumlah Responden dalam survei ini sebanyak 400 responden dengan proporsi (50:50) laki-laki dan perempuan.

Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan toleransi kesalahan (margin of error) sebesar ± 4,90% pada tingkat kepercayaan 95%. Setiap responden terpilih dilakukan wawancara dengan metode tatap muka (face to face) oleh pewawancara yang telah dilatih.

Dilakukan Quality Control sebanyak 20% dari total sampel secara random, dengan cara mendatangi kembali responden terpilih atau mengkonfirmasi ulang responden terpilih (spot check). Dalam Quality Control tidak ditemukan kesalahan

“Dari survei tersebut, kita bisa melihat paparan program visi-misi hanya mempengaruhi 4,3 persen pemilih dalam menentukan pilihan politiknya, tertinggi adalah sudah dikenal dengan baik. Dengan demikian, wajar kemudian para calon menggunakan strategi door to door atau kampanye dari rumah ke rumah dan tidak memanfaatkan kampanye terbuka. Ini dilakukan agar mereka dikenal lebih baik oleh konstituennya,” kata Raja Dachroni.

Kendati demikian, walau tidak memberikan efek elektoral yang signifikan, debat kandidat perlu untuk mencerdaskan masyarakat.

” Walau demokrasi kita sudah 20 tahun berjalan pasca reformasi, masyarakat kita memang perlu banyak belajar dan menaikkan tingkatan atau penentuan dalam memilih, kita berharap masyarakat kita ke depan bisa memilih karena program bukan hanya dikenal baik saja,” kata Raja Dachroni.

Sementara itu, untuk partisipasi pemilih GRC memprediksi bisa mencapai 64 Persen saja sudah cukup baik.

“Kalau saya perhatikan dari pertanyaan apakah masyarakat tahu akan Pemilukada Tanjungpinang 64 persen menjawab tahu. Ini sudah cukup baik walau memang tidak memenuhi target KPU Tanjungpinang yang memprediksi hingga 70 persen. Jika melihat di lapangan nanti mungkin bisa lima persen diatas 64 persen atau kurang dari lima persen atau hanya mencapai 59 persen,” tutup Raja Dachroni.(*)

Rilis: Gurindam Riset

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 45

DEWAN PERS WARTAKEPRI

Berita Terkait



PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO TANJUNGPINANG
PEMKO BATAM DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD LINGGA