Inilah Alasan Perlunya Melestarikan Pohon Mentigi di Kepri



Ikuti Berita Terbaru Kami

WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Permainan gasing sangat masyhur di dalam kehidupan masyarakat Melayu di berbagai daerah dan tempat, termasuk di Kepulauan Riau. Masyarakat pun hanya mengenal satu nama untuk permainan ini yaitu Gasing.

Oleh sebab itu sangat diperlukannya melestarikan permainan tradisional itu, dengan menggelar perlombaan gasing yang merupakan permainan tradisional rakyat tempo dulu yang sangat populer. Selain dalam segi permainan disini juga diperlukan memberdayakan bahan untuk di buat gasing itu sendiri.

Seperti gasing di Anambas, memiliki ciri khas dari bahannya, yaitu dibuat dari kayu pohon mentigi. Disamping dari jenis-jenis kayu lainya. Karena diakui bahwa gasing dari kayu mentigi, sangat keras dan tidak mudah pecah bila diadu.

Baca Juga :  Sebanyak 10.000 Orang Akan Menanam Pohon di Jalur Hutan Kota Batam

Pecinta Tanaman, Ir Agus Supratman yang mengatakan, saat ini kuantitas tegakan pohon mentigi sudah jauh berkurang. Hal ini disebabkan oleh banyaknya habitat pohon mentigi yang telah berubah menjadi lahan pemukiman masyarakat.

Seiring dengan berkurangnya lahan sebagai habitat mentigi, membuat beberapa masyarakat pemerhati keunikan mentigi mencoba melakukan pencangkokan tanaman mentigi.

“Walaupun membutuhkan waktu yang lama, lebih kurang 6 bulan, cangkokan mentigi telah memiliki akar yang sudah bisa dipisahkan dari tanaman induk untuk ditanam pada media lainnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Wabup Anambas Wan Zuhendra Berharap Delapan Calon Siswa STAN Lulus Ujian

Sesuai dengan UU Kelestarian Lingkungan Hidup, maka tanaman mentigi termasuk jenis tanaman yang dilindungi, disamping tanaman bakau.

Tetapi UU Perlindungan tersebut, sampai saat ini hanya sebuah dokumen tanpa action, alias omong kosong.

Oleh sebab itu, pelestarian tanaman mentigi melalui pencangkokan oleh masyarakat merupakan usaha pelestarian untuk mempertahankan kelestarian tanaman mentigi yang sulit tumbuh. Sehingga para pecinta lingkungan tanpa binaan pemerintah, perlu untuk dihargai, walaupun mereka tidak memintanya.

Baca Juga :  Pohon Tumbang Timbulkan Korban, Dewan Kritik Kinerja Disperkimtam Pemko Batam

Melalui temu ramah dengan beberapa masyarakat didapat sebuah harapan kelompok belum bernama tersebut, agar kiranya pemerintah mau menetapkan kawasan perlindungan tanaman mentigi. Seperti yang ada di Pantai Padang Melang, Desa Mampok Kecamatan Jemaja. Tapi sayang ya kawasan tersebut (pantai), telah dimiliki oleh seorang pengusaha untuk dibuat menjadi areal jetty-nya. (karya tulis Ir.Agus Supratman / Mad)

 

Ikuti Berita Terbaru Kami


DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
WIRARAJA
AWAL BROS

Berita Terkait