Inilah Alasan Perlunya Melestarikan Pohon Mentigi di Kepri

KEPRI TRAVEL MART

WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Permainan gasing sangat masyhur di dalam kehidupan masyarakat Melayu di berbagai daerah dan tempat, termasuk di Kepulauan Riau. Masyarakat pun hanya mengenal satu nama untuk permainan ini yaitu Gasing.

Oleh sebab itu sangat diperlukannya melestarikan permainan tradisional itu, dengan menggelar perlombaan gasing yang merupakan permainan tradisional rakyat tempo dulu yang sangat populer. Selain dalam segi permainan disini juga diperlukan memberdayakan bahan untuk di buat gasing itu sendiri.

Seperti gasing di Anambas, memiliki ciri khas dari bahannya, yaitu dibuat dari kayu pohon mentigi. Disamping dari jenis-jenis kayu lainya. Karena diakui bahwa gasing dari kayu mentigi, sangat keras dan tidak mudah pecah bila diadu.

Pecinta Tanaman, Ir Agus Supratman yang mengatakan, saat ini kuantitas tegakan pohon mentigi sudah jauh berkurang. Hal ini disebabkan oleh banyaknya habitat pohon mentigi yang telah berubah menjadi lahan pemukiman masyarakat.

Seiring dengan berkurangnya lahan sebagai habitat mentigi, membuat beberapa masyarakat pemerhati keunikan mentigi mencoba melakukan pencangkokan tanaman mentigi.

“Walaupun membutuhkan waktu yang lama, lebih kurang 6 bulan, cangkokan mentigi telah memiliki akar yang sudah bisa dipisahkan dari tanaman induk untuk ditanam pada media lainnya,” ujarnya.

Sesuai dengan UU Kelestarian Lingkungan Hidup, maka tanaman mentigi termasuk jenis tanaman yang dilindungi, disamping tanaman bakau.

Tetapi UU Perlindungan tersebut, sampai saat ini hanya sebuah dokumen tanpa action, alias omong kosong.

Oleh sebab itu, pelestarian tanaman mentigi melalui pencangkokan oleh masyarakat merupakan usaha pelestarian untuk mempertahankan kelestarian tanaman mentigi yang sulit tumbuh. Sehingga para pecinta lingkungan tanpa binaan pemerintah, perlu untuk dihargai, walaupun mereka tidak memintanya.

Melalui temu ramah dengan beberapa masyarakat didapat sebuah harapan kelompok belum bernama tersebut, agar kiranya pemerintah mau menetapkan kawasan perlindungan tanaman mentigi. Seperti yang ada di Pantai Padang Melang, Desa Mampok Kecamatan Jemaja. Tapi sayang ya kawasan tersebut (pantai), telah dimiliki oleh seorang pengusaha untuk dibuat menjadi areal jetty-nya. (karya tulis Ir.Agus Supratman / Mad)

 

Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 56
WIRARAJA
DEWAN PERS WARTAKEPRI
BANNER BOTANIA

PEMPROV KEPRI
PEMKO TANJUNGPINANG
PEMKO BATAM PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA

Berita Terkait


DPRD KEPRI
DPRD BATAM
DPRD LINGGA