Sejumlah Pedagang di Pasar Baru Meral Karimun Keluhkan Atap Pasar Tidak Sempurna

BANNER WARTA KEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 54

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Pedagang di Pasar Baru Meral mengeluhkan dagangannya membusuk karena basah oleh air hujan, akibat atap air kompleks pasar baru tersebut tidak menutup sempurna.

Seorang pedagang bumbu dapur, Jumirah, bahkan mengaku terpaksa harus membuang beberapa kilogram dagangan karena terendam air. Beberapa jenis dagangan yang masih dapat dimanfaatkan meski sudah hampir membusuk terpaksa dijual murah. Seperti cabe rawit yang saat ini harga per kilogram Rp40.000 dia jual Rp30.000 per kilogram.

“Dijual murah begini pun tetap saja tak ada yang minat. Memang hanya karena menghitam tapi pembeli maunya yang segar. Padahal cabe rawit ini sudah saya jemur. Semalam tiga kilo bawang merah saya buang karena busuk kena hujan,” kata Jumirah kepada salah seorang Anggota DPRD Karimun, Komarudin yang menjadi tempatnya mengadu, Selasa (15/5/2018).

Lanjut Jumirah, padahal sebelumnya ketika dia berjualan di lokasi yang belum dibangun pasar baru tidak pernah ditemukan persoslan apapun.

“Sekarang mau balik modal pun susah. Baru hampir sebulan kami tempati lapak di Pasar Baru Meral ini tapi masalahnya tak ada yang carikan solusi. Sudah saya tanyakan ke Perusda katanya atap yang bocor ini ada sambung. Ke Bupati pun sudah saya sampaikan tapi jawabannya sabar duku. Karena tak ada solusi makanya saya mengadu ke pak dewan (anggota DPRD Karimun, Komarudin),” jelasnya.

Jumirah pun bertanya harus sampai kapan dia menderita seluruh dagangannya membusuk. Tidak hanya dia, tapi ada empat pemilik lapak di Pasar Baru Meral juga mengalami hal serupa.

“Ada empat lapak yang bocor tapi paling parah lapak saya. Seperti tanpa atap dan langsung direrpa hujan. Untuk membayar retribusi saya pastikan akan tetap saya bayar. Tapi yang adil lah, berikan kenyamanan untuk berdagang dengan cara solusi yang bocor ini ditangani” katanya.

Sementara, Komarudin yang mendengarkan curhatan para pedagang yang lapaknya basah setiap turun hujan mengaku terkejut. Karena pasar tersebut baru saja selesai dibangun. Maka sudah tentu tidak ada yang bocor.

“Saya juga heran, baru saja diresmikan bupati tapi dah bocor. Kasihan pedagang, sudahlah tak dapat untung, malah modal pun sulit untuk balik lagi. Jadi kerena masih dalam masa pemeliharaan, kami atas nama Fraksi PKS meminta kontraktor bertanggungjawab. Kemudian karena ini ranahnya ada di Dinas Perindag, Koperasi, UKM dan ESDM, maka nanti akan kita panggil dan meminta agar memberikan penegasan ke kontraktor,” kata Komar.

Seperti diketahui, Bupati Karimun baru saja meresmikan Pasar Baru Meral senilai Rp6 Miliar lebih sekitar dua pekan lalu. Namun saat peresmian dan dilakukan peninjauan, beberapa pedagang langsung mengeluhkan kondisi pasar yang bocor dan membasahi dagangan. Namun Rafiq mengaku belum dapat mengambil tindakan karena belum diserahterimakan dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Kabupaten Karimun. (gani)

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 54
DEWAN PERS WARTAKEPRI
BANNER BOTANIA

PEMPROV KEPRI
PEMKO TANJUNGPINANG
PEMKO BATAM PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA

Berita Terkait


DPRD KEPRI
DPRD BATAM
DPRD LINGGA