Wabup dan FKUB Natuna Nilai Kerukunan Umat Beragama Masih Terjaga Saling Toleransi


WARTAKEPRI.co.id NATUNA-Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Natuna diharapkan menjadi mitra pemerintah membangun dan memelihara keharmonisan dalam kehidupan umat majemuk di Kabupaten Natuna.

Hal ini sampaikan Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti sambutan pada rapat kordinasi peningkatan toleransi dan kerukukan antar umat beragama Rabu, (09/05/2018) bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna.

Turut hadir Ketua FKUB Kabupaten Natuna, H. Wan Zawali beserta anggota, Asisten Pemerintahan, Minwardi, Sekretaris Bakesbang, Firdaus, Kasat Binmas Polres Natuna, Iptu. R. Sudiyono, Perwira seksi teritorial Kodim (PASITER) Kapten Raja Azman.

Firdaus selaku presentator dalam rapat menyebut kemajemukan negara adalah anugerah sekaligus sumber gesekan dalam kerukunan umat beragama.

“Ramai itu anugerah, tetapi semakin ramai juga semakin banyak gesekan,” ucapnya.

Baca Juga :  Bupati Natuna Hadir Pengukuhan AAIPI Provinsi Kepri

Toleransi dan keterbukaan dalam berkomunikasi adalah hal yang sangat penting dalam membangun keharmonisan dan menjaga kerukunan umat beragama.

“Rasa saling menjaga, saling menghargai adalah bentuk tindakan yang bisa menjaga kondisi kerukunan umat beragama,”tuturnya.

Beberapa peran FKUB yang disampaikan dalam rapat tersebut adalah membantu pemerintah menjaga keharmonisan kehidupan antar umat bernegara.

Sehingga tercipta suasana kondusif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, ikut mensukseskan dan mensosialisasikan program pembangunan serta agenda rutin perpolitikan nasional seperti Pilkada serentak, Pemilu, serta Pilpres 2019.

Kemudian membantu melawan hoax dengan cara memberikan informasi yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan agar natuna semakin baik.

Menurut Ketua FKUB Natuna, sejauh ini kondisi antar umat beragama masih bisa dikatakan aman terkendali.

Baca Juga :  Inilah Sosok Komandan Kodim 0318 Natuna Ferry Kriswardana Dari CZI

“ Permasalahannya adalah dari kita sendiri, kita tau mana yang baik kita tau mana yang buruk”, tambah Ketua FKUB yang kerap di sapa Ncik Zau itu.

Sambung Wan zawali, sejauh ini, kami FKUB senantiasa melihat dan mengamati bagaimana keadaan Natuna ini, selalu bermusyawarah dan kehidupan umat beragama di Natuna masih dalam keadaan aman dan rukun,” jelas Wan zawali.

Pengakuan terhadap kondisi kehidupan umat beragama di Natuna yang terbilang rukun ini tidak terlepas dari adanya kekhawatiran dengan adanya gesekan-gesekan yang kemudian berujung pada terjadinya konflik .

“Kekhawatiran ini sebenarnya wajar, dan patut dipikirkan oleh seluruh umat beragama didaerah ini, guna mencegah terjadinya konflik tersebut sejak dini. Untuk itu, kita harus mengedepankan tolerasnsi,” sebut Wan Suhardi yang juga merupakan anggota FKUB.

Baca Juga :  Warga Natuna Butuh Pejuang untuk Transportasi

Indonesia merupakan negara yang majemuk, negara yang terdiri dari berbagai macam suku dan ras yaitu 390 etnis, 1340 suku bangsa, 6 agama yang diakui dan berbagai aliran kepercayaan yang ada.

Dalam hal ini, Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti, menghimbau FKUB dan pemerintah harus bekerja sama membangun komunikasi antar umat bergama dalam rangka membangun dan memelihara kerukunan masyarakat beragama di kabupaten Natuna.

Wakil Bupati Ngesti mengucapkan terima kasih atas kesigapan para pemuka agama dalam membangun keharmonisan.

Semua kemajuan yang diperoleh Natuna saat ini tidak terlepas dari kerja para pemuka agama dalam mendoakan Natuna dan terus menjaga kerukunan dan kedamaian.(kominfo/Rikyrinovs)

Ikuti Berita Terbaru Kami


DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA
AWAL BROS