Zaldy Alqudsi: Bersama Wujudkan Pulau Penyengat Menuju Warisan Dunia


– World Culture Heritage Bagian ke – 1

WARTAKEPRI.CO.ID, TANJUNPINANG – Akhir bulan lalu, Noorlizah Nurdin istri Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun yang didaulat sebagai ketua umum relawan mendeklarasikan Relawan Aksi Pulau Penyengat Menuju Warisan Dunia (World Culture Heritage).

Rangkaian acara deklarasi yang dihadiri oleh Gubernur Nurdin Basirun, Wakil Gubernur Isdianto, Sekda Provinsi TS Arif Fadilah dan berbagai unsur masyarakat serta para zuriat Kesultanan Riau-Lingga. Dimulai dari acara subuh akbar, tabligh akbar, berarak, Penyengat memanah, peresmian dan deklarasi Relawan Pulau Penyengat Menuju Warisan Dunia serta ziarah makam hingga seminar nasab dan sejarah seakan menghadirkan kembali lembar sejarah gemilang kejayaan Pulau Penyengat dahulu. 

“Saat acara semua lintasan penyeberangan dari Tanjungpinang menuju Pulau Penyengat kita gratiskan,” ujar Zaldy memulai pembicaraan.  

Pulau yang pernah menjadi Ibukota sebuah negara yang memerintah Kepulauan Riau, sebagian Riau, Jambi, Malaysia, Johor, Pahang dan Singapura dengan luas kurang dari 2 kilometer adalah sesuatu yang luar biasa. Sebuah warisan sejarah yang penuh makna pernah wujud dalam lembaran sejarah terdahulu.

Baca Juga :  Ayo Nonton Ustad Cepot dan D'Masiv Sambut Tahun Baru Islam di Engku Putri

Sehingga perlu upaya-upaya pelestarian nilai dan semangat kejayaan sebagai ‘ikhtibar’ bagi generasi Melayu sekarang dan yang akan datang dalam membangun negeri. Namun, belum sempurna mengangkat dan mengambil ikhtibar dari Penyengat, kini nilai dan semangat kejayaan tersebut mulai padam bak tergerus arus kemajuan zaman. 

Adalah Said Afzaldy biasa dipanggil Zaldy Alqudsi hadir membawa semangat dipercaya sebagai Ketua Harian Relawan Aksi. Hari Selasa (08/05/18) siang, wartakepri.co.id berkesempatan bertemu dengan tokoh pemuda yang juga zuriat kerabat Kesultanan Riau Lingga yang mashur diabad ke-18 tersebut.

Kepada wartakepri.co.id, Zaldy Alqudsi yang ditemani dua rekannya di Yayasan Aksi Bangun Negeri, Deko dan Zulkarnain memaparkan rencana aksi Pulau Penyengat Menuju Warisan Dunia. 

“Beberapa hari lalu, Ibu Noorlizah Nurdin sudah mendeklarasikan Relawan Aksi Pulau Penyengat Menuju Warisan Dunia”, ujarnya. 

Zaldy yang sempat bermukim di Jepang selama delapan tahun mengemukakan bahwa Pulau Penyengat sudah dipandang masyarakat sebagi ikon Kepulauan Riau karena kaya akan latar belakang sejarah. Namun dirinya menyayangkan, belum ada pengakuan dari Pemerintah Daerah yang mengukuhkan nilai-nilai sejarah tersebut menjadi ikon daerah sebagai upaya memantapkan outstanding local value Pulau Penyengat.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Setelah Dirawat Aa Gym Berangsur Sehat Lagi

Langkah-langkah Pulau Penyengat menuju warisan dunia terlebih dahulu dilakukan secara lokal di Kepulauan Riau. Pulau Penyengat yang dijual sebagai produk utama wisata sejarah di Kepulauan Riau sayangnya belum mendapat perhatian pembangunan pariwisata sepantasnya. Melalui perjuangan Relawan Pulau Penyengat Menuju Warisan Dunia dan dukungan Pemprov Kepri semoga mampu berbenah dalam upaya menghadirkan dukungan pembangunan sebelum Sidang Raya UNESCO mensakralkan usulan world culture haritage dari seluruh penjuru dunia di tahun 2020.

“Dalam waktu dekat kita akan agendakan focus group discussion menggesa dukungan dan sumberdaya dari semua pihak”, ujar Zaldy. 

Selain kerja penguatan di daerah, kehadiran Ibu Noorlizah Nurdin papar Zaldy sebagai bagian dari penguatan outstanding regional value yang melibatkan rumpun kerabat Kesultanan Riau-Lingga ditingkat Asean meliputi Malaysia, Brunei dan Singapura.

“Ibu Noorlizah Nurdin masih bagian dari rumpun Zuriat Kesultanan Riau Lingga yang menggalang dukungan dari kerabat kesultanan di Malaysia dan Singapura”, jelas Zaldy. 

Baca Juga :  Ustadz Abdul Somad: Pinjam Duit Dengan Gadaikan SK Termasuk Riba

Selain upaya-upaya penguatan dukungan di daerah dan regional pihaknya juga akan melakukan konsultasi dengan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta pihak Kementerian Pariwisata dalam rangka Pulau Penyengat sebagai ‘Ikon nasional’. Upaya kesana mendapat sambutan yang positif dengan petunjuk untuk mewujudkan sebuah badan atau yayasan sebagai promotor upaya perjuangan Pulau Penyengat menuju warisan dunia. 

“Itulah yang mendasari lahirnya Yayasan Aksi Bangun Negeri”, jelas Zaldy. 

Tokoh pemuda yang mempersunting gadis Jepang tersebut menjelaskan bahwa relawan aksi yang bernaung dibawah yayasan juga merupakan wadah yang mempersatukan semua elemen dalam mewujudkan pencapaian perjuangan. Setelah deklarasi akhir bulan lalu, pihaknya sedang giat menggalang dukungan baik secara individu maupun organisasi menjadi mitra dalam mewujudkan Pulau Penyengat menjadi warisan dunia.

“Mereka yang menjadi mitra baik secara individu dan organisasi akan mendapat penghargaan dari Yayasan Aksi Bangun Negeri”, jelas Zaldy Alqudsi. (Bersambung)

Tulisan : Haris Daulay

Ikuti Berita Terbaru Kami


DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA
AWAL BROS