Ustad dan KNPI Jemaja Buat Gerakan Save Bupati Anambas, Pengrusakan Hutan Akibatkan Longsor

Ustad dan KNPI Jemaja Buat Gerakan Save Bupati Anambas



WARTAKEPRI.co.id ANAMBAS – Pasca pemberitaan di media masa tentang penetapan Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris sebagai tersangka, muncul reaksi dan dukungan warga kecamatan Jemaja.

Bupati Abdul Haris diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dan fitnah yang dilaporkan oleh pihak Perusahaan Kartika Jemaja Jaya (PT. KJJ).

Menyikapi pemberitaan tersebut, melalui Ustad Qosim langsung membuat suatu Gerakan yang bertajuk Save Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas.

Gerakan ini dilakukan dengan aksi Damai dengan cara pengumpulan tanda tangan seluruh masyarakat Pulau Jemaja. Sementara itu Titik Lokasi Aksi di pusat kan di Gedung BPMJ Kelurahan Letung, Jumat (27/4/2018)

Ustad Qosim menyatakan bahwa aksi ini murni bentuk dukungan terhadap Bupati Anambas dan tanpa ada unsur politik.

” Kami masyarakat Kecewa atas penetapan status tersangka terhadap Bupati kami, kami berharap Presiden benar-benar membela Bupati kami bukan Perusahaan yang notaben nya adalah Penanaman Modal Asing (PMA),” ujar Gosim

Seharusnya sambung Ustad Qosim pihak Perusahaan menghargai Keberadaan Polres Anambas Atau pun Polda Kepri.

Seharusnya kalau mau bikin laporan ya di Polres Anambas yang merupakan wilayah kerjanya, atau pun ke Polda Kepri bukan ke Mabes Polri.

” Menurut pandangan saya aksi yang dilakukan saudara Abdul Rahman (Kuasa Hukum PT.KJJ) adalah bentuk tidak menghargainya adanya Polres Anambas Khusus nya dan Polda Kepri pada umumnya, apakah dia (Abdul Rahman) yang dimaksud, menilai Kinerja Polres kami tidak Berkompeten kami sangat kecewa,” tambahnya lagi.

“Saya mewakili ustad yg ada di Kecamatan Jemaja ini, melakukan Gerakan ini adalah wujud kepedulian kami terhadap Bupati kami, kami merasa bangga memiliki seorang Bupati yg membela aspirasi masyarakat nya”.tambah Ustad Qosim.

Menurut Qosim “Di zaman sekarang ini sudah langka mencari sosok Bupati yg membela keinginan masyarakat. Kami berharap kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan penghargaan kepada Bupati kami karena ingin menjaga Hutan kami.

Sementara itu, Ketua KNPI Jemaja Mudahir yang dihubungi via telepon mengatakan bahwa aksi yang dilakukan Ustad Qosim sangat di dukung oleh masyarakat yang ada di Kecamatan Jemaja dan masyarakat Kecamatan Jemaja sangat antusias untuk membubuhkan tanda tangannya

” Saya berharap gerakan ini dilakukan oleh seluruh masyarakat Anambas dimanapun berada. Kami dari KNPI siap membubuhkan tanda tangan dan berharap aksi ini bisa memecahkan rekor MURI,” ujar Mudahir.

Mudahir mejelaskan dari pengukuhan Tanda Tangan tersebut sudah terkumpul sekitar lebih kurang sebanyak 200 Tanda tangan warga yang berada di Kecamatan Jemaja.

Ustad Qosim menjelaskan bahwa aksi ini digelar selama tiga hari tiga malam yaitu Jumat 27 April Sampai 29 April malam Aksi ini akan usai,karena akan mengumpulkan sebanyak banyaknya tanda tangan masyarakat.

Kami mendukung Bupati kami, karena tidak mendukung perusahaan, kami sadar bahwa wilayah kami sangat kecil jika Hutan kami habis, maka kami akan tenggelam sebagaimana Bencana yang menimpa kampung kami di awal tahun yang lalu, dimana kami mendapatkan musibah Banjir dan Longsor di mana mana.

Menurut Qosim Musibah ini merupakan musibah yang pertama kalinya di pulau Jemaja ini itu saja Hutan belum di tebang, apalagi nanti kalau sudah di tebang kami tidak bisa membayangkan. Ini merupakan teguran dari sang pencipta. Tutup Ustaq Qosim.(mad)

Kiriman Wartawan Warta Kepri Biro Anambas







DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA