15 Wartawan Kepri Angkatan 9 Dinyatakan Kompeten oleh Tim Penguji UKW PWI Pusat





WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Sedikitnya 19 awak media mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW) yang diadakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri dan Pusat di Hotel PIH, Batam Center, 15-16 Maret 2018.

Uji kompetensi itu terselenggara atas dukungan PLN Batam dan BNI. Di mana, PWI sebagai pelaksana mengujikan tiga jenjang kompetensi wartawan, yakni Muda, Madya dan Utama.

Manajer Humas PLN Batam Bukti Pangabean memberi sambutan saat penutupan kegiatan UKW ke 9 PWI Kepri

Adapun peserta yang ikut uji kompetensi tingkat Utama 2 orang, Madya 7 orang dan Muda 10 orang. Uji kompetensi ini berlangsung satu hari penuh dari pukul 08.00 – 21.30 WIB pada Kamis, sedangkan Jumat (16/3/2018) sebagai acara penutup.

“Ada 9 tahapan uji yang dilalui peserta Muda dan Madya, sedangkan utama 7 tahapan,” kata pengurus PWI Pusat, Uyun sekaligus penguji untuk tingkat Muda, Kamis.

Uji kompetensi wartawan ini, kata Uyun, wajib dilalui wartawan yang meningkatkan kualitas diri sebagai wartawan. “Satu-satunya cara meningkatkan kualitas yaitu uji kompetensi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksanaa Uji Kompetensi Wartawan, Dedy Suwadha menyampaikan para peserta dibagi dalam 4 kelompok, untuk tingkat Utama 1 kelompok, tingkat Madya 1 kelompok, dan tingkat Muda 2 kelompok.

“Para peserta akan diuji oleh tim penguji yang sudah berkompeten di bidangnya, yakni tim penguji Utama Syarial, tim penguji Madya Saibansyah Dardani, dan tim penguji Muda Eka Putra dan Uyun,” jelas Dedy.

Peseta UKW PWI Kepri saat simulasi wawancara terstuktur

Dan, setelah diumumkan maka dari 19 peserta, yang dinyatakan sebagai Wartawan kompenten sebanyak 15 orang, dan sisanya 4 orang belum kompeten.

Humas PLN Batam, Bukti Panggabean yang hadir pada hari kedua 16 Maret 2018, sekaligus acara penutupan meyampaikan, pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan wartawan di Batam, terlebih dalam menjadikan wartawan yang profesional, jujur dan faktual. Ia juga menyampaikan, PLN Batam sebagai pelaku usaha atau pelayan publik wajib dikritisi apabila ada ditemukan penyimpangan.

Karena wartawan, sesuai dengan Undang-undang Pers nomor 40 tahun 1999, dituntut untuk profesional, dengan artian jujur dan faktual. Karena tidak ada berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Kepada rekan-rekan, jangan takut untuk memberitakan kebenaran, apabila ada yang menyimpang. Walaupun kami mendukung dalam pelaksanaam UKW ini bukan berarti kami tidak boleh dikritisi. Namun sesuia kode etik jurnalistik,” katanya.

Tambah Mata Ujian Baru

Pelaksanaan UKW kali ini, merupakan pelaksanaan UKW dengan 9 mata uji yang dapat dinyatakan yang terakhir diterapkan. Bisa saja, pada pelaksanaan UKW selanjutnya, Dewan Pers tengah melaksanakan dan mematangkan untuk penambahan 1 mata uji lagi, sehingga total menjadi 10 mata uji yang akan diberlakukan ke peserta UKW nantinya.

” Kemarin kami sedang pematangan dan akan proses pleno tentang akan ditambahkan mata ujian baru, dan nanti UKW akan menjadi 10 mata ujian. Penambahan terbaru adalah, tentang aplikasi UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Jika proses dan plenonya selesai, maka otomatis akan diberlakukan se Indonesia,” papar Uyun.

Selain itu, untuk menjadi peserta UKW panitia harus memastikan peserta  utusan dari media dengan badan hukum resmi berbentuk perseroan. Tidak boleh berbadan hukum CV, Koperasi atau Yayasan.(*)

Sumber: PWI KEPRI



DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA