Potensi Pasir Laut Kepri Rp 500 Triliun, Kadin Kepri Tolak Ekspor Pasir Laut

BANNER WARTA KEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 39

WARTA KEPRI .co.id, BATAM – Mantan Menteri Kelutan RI Prof. Dr. Ir Rokhhim Danuri melakukan sosialisasi hasil penelitian dan kajian tentang desain penambangan pasir laut yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan pemerintah pusat.

Dalam kajian tersebut, sektor penambangan pasir laut dinilai berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kepri dalam jumlah besar. Nilai cadangan potensi pasir laut di provinsi tersebut mencapai Rp 500 triliun per lima tahun.

“Hasil penelitian yang kami lakukan menunjukkan bahwa potensi pasir laut Kepri luar biasa besarnya,” ujar Rokhhim dalam Focus Group Discussion (FGD) Forum Pemred Kepri dengan tema ‘Mengali Potensi Kemaritiman Kepri’ di Hotel Harmoni One, Batam Center, Kamis (25/1/2018) siang.

Namun nilai potensi itu belum digarap sehingga belum memberikan manfaat bagi masyarakat. Kondisi Kepri yang terdiri dari sekitar 96 persen wilayah laut dan hanya kurang dari empat persen daratan menunjukkan besarnya potensi kemaritim yang besar.

” Kami mendapatkan data berdasarkan hasil penelitian. Potensi cadangan pasir laut di kepri 7 miliar ton. Jika potensi tersebut bisa digarap secara baik maka potensi Rp 500 miliar dalam lima tahun diperoleh kepri,” ujarnya lagi.

Dia menyatakan, hal tersebut juga membutuhkan dukungan peraturan pemerintah sehingga investor yang mau menanamkan modalnya merasa nyaman dan memiliki kepastian hukum.

“Perlu dicari solusi untuk mencari pendanaan dengan memanfaatkan potensi yang ada di kepri. Penambang pasir laut tidak akan menengelamkan pulau karena pasir di kepri merupakan endapan akibat pertenuan dua arus,” terangnya.

Focus Group Discussion selain menghadirkan mantan Menteri Kelautan RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS hadir juga mantan KASAL, Laksamana (Purn) Ahmad Soetjiptodi, Ketua Asosiasi Pengusaha Pasir Laut Kepri, Herry Tousa, dan akademisi dari Universitas Riau (Unri) Pekanbaru, Universitas Riau Kepulauan (Unrika) Batam dan sejumlah kampus lain, juga tampil sebagai pembicara.

“Kita ingin mendorong agar Pemerintah Provinsi Kepri segera bermanuver dengan langkah kongkrit untuk menggerakkan perekonomian yang merosot tajam ini,” ujar Ketua Forum Pimred Kepri, Andi, Kamis (25/1/2018).

Ketua Kadin Kepri Menolak

Terpisah, Ketua Kadin Kepri Ahmad Ma’ruf Maulana kepada WartaKepri.co.id, Jumat (26/1/2018) secara tegas menolak rencana Ekspor Pasir Laut di Kepri. Masih banyak potensi untuk mengenjotkan ekonomi di Kepri, dan kenapa harus ekspor pasir.

” Luas daratan di Kepri ini cuma empat persen, dan mau disedot pasirnya. Makin hilang daratan kita. Dimana letak nasionalismenya. Oleh sebab itu, saya akan tolak. Masih banyak potensi ekonomi yang dikembangkan di Kepri ini,” tegas Ma’ruf.

Bahkan, kata Makruf jika ini diberikan izin, maka effek buruknya juga berdampak ke politik.

” Jadi kita tolak, dan pasti akan kita bawa masalah ke pusat,” tutup Makruf.

Sebelumnya dalam diskusi, perwakilan Kadin Kepri Suyono juga menyampaikan dalam diskusi tentang penolakan dari pihak Kadin Kepri. Tapi, dari kalangan pengiat masyarakat pulau ingin pasir laut ini dibuka lagi (*)

Tuliasan: rilis/ dedy suwadha

#Kepri

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 39


DEWAN PERS WARTAKEPRI Harris Hotel

Berita Terkait



PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO TANJUNGPINANG
PEMKO BATAM DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD LINGGA