Kemenhub Pangkas Tarif Labuh, Batam Siap jadi Kompetitor Negara Tetangga

BANNER WARTA KEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 39

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Rencana Kementrian Perhubungan untuk memangkas tarif jasa labuh sebesar 40 persen, mendapat apresiasi dari pengusaha pelayaran di Kepulauan Riau.

Pengusaha pelayaran menilai rencana itu akan membuat industri jasa pelayaran dan sektor terkait lainnya kembali hidup. Hal tersebut otomatis membuat tarif jasa labuh di Batam menjadi kompetitif yang serupa dengan pelabuhan Singapura dan Malaysia.

Menurut Sekretaris DPC Indonesia National Shipowners’ Association (INSA) Kota Batam, Suparno mengatakan tarif jasa kepelabuhan yang tidak kompetitif membuat pemilik kapal memilih berlabuh di negeri Jiran.

Sehingga, lanjut dia, pelabuhan-pelabuhan di Batam sepi dari kunjungan kapal. Oleh karena itu, INSA mengapresiasi rencana Kemenhub untuk menurunkan tarif jasa labuh ini.

“Terobosan ini sangat luar biasa, dampaknya pun akan sangat bagus. Potensi kunjungan kapal akan banyak, Batam akan sangat maju,” ujarnya seperti dilansir Bisnis.com, Minggu (21/1/2018).

Kata dia, penurunan tarif ini berdampak signifikan terhadap industri pelayaran dan jasa terkait lainnya di Batam. Sebab, model bisnisnya berbeda dengan pelabuhan utama seperti Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak dan Makassar.

“Jika dibandingkan dengan empat pelabuhan utama itu, waktu sandar kapal-kapal di Batam akan lebih lama,” terangnya.

Menurutnya lagi, kapal yang hendak berlabuh di Batam tidak selalu mengangkut barang. Karena ada juga kapal yang berlabuh di Batam melakukan perbaikan, menunggu muatan atau laid up, maupun mencuci tangki atau tank cleaning.

“Dengan demikian, waktu sandar kapal bisa hitungan bulan, tidak dalam hitungan hari seperti halnya kapal yang merapat di pelabuhan utama,” jelasnya menambahkan.

Suparno menekankan, penurunan tarif labuh juga akan memberikan efek ganda atau multiplier effect terhadap jasa pendukung. Seperti jasa pandu dan tunda kapal, pengisian bahan bakar atau bunker, penyediaan air bersih, hingga geliat ekonomi dari konsumsi awak kapal.

Saat ini, sambung dia, tarif jasa labuh di Batam diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No.148 Tahun 2016. Beleid ini secara umum mengatur tarif layanan di Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam atau BP Batam.

Suparno mengusulkan, penurunan tarif paling mendesak diberlakukan untuk kapal asing karena tidak kompetitif dibandingkan pelabuhan lain di Negeri Jiran. Adapun tarif untuk kapal domestik menurut Suparno tidak mendesak diturunkan karena tarif yang berlaku saat ini sudah memadai.

Sebagai gambaran, tarif jasa labuh di Batam untuk kapal niaga domestik dipatok Rp87 per Gross Tonnage (GT) sedangkan untuk kapal niaga asing dipatok US$0,110 atau setara Rp1.465 per GT. Tarif tersebut berlaku untuk sekali kunjungan. (*)

Berita ini sudah terbit di Bisnis.com dengan judul : Tarif Labuh Dipangkas, Kunjungan Kapal ke Batam akan Ramai Lagi

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 39


DEWAN PERS WARTAKEPRI Harris Hotel

Berita Terkait



PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO TANJUNGPINANG
PEMKO BATAM DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD LINGGA