Wartakepri - E-pasport

Peminat E-passport Meningkat Lebih 2 Kali Lipat

BANNER WARTA KEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 39

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Berdasarkan data kantor Imigrasi kelas khusus Batam, peminat paspos elektronik(e-passport) meningkat tajam. Jumlah penerbitan e-passport tahun 2016 sebanyak 1.910, sedangkan periode Januari sampai November 2017 jumlahnya mencapai 4.951 e-passport.

Kepala Imigrasi Kelas I Batam, Lucky Agung Binarto, mengatakan, pengurusan e-passport ini banyak peminatnya, karena memberikan banyak keuntungan. E- passport telah memenuhi standar international civil aviation organisation (ICAO), dengan memenuhi standart ICAO akan memudahkan pengguna passport tersebut masuk ke negara-negara maju seperti Amerika, Eropa, dan sebagainya.

 

“Negara Asia seperti Jepang juga telah memberikan tambahan fasilitas bagi pemegang paspor elektronik Indonesia. Yaitu apabila sudah tiga kali masuk ke Jepang, akan diberikan pembebasan visa,” ujarnya.

Diterangkanya juga, Peningkatan juga terjadi di penerbitan passport biasa 24 halaman. Periode Januari-November 2016 jumlah paspor 24 halaman yang diterbitkan Imigrasi Batam sebanyak 3.140 paspor. Sedangkan periode yang sama tahun 2017 sejumlah 7.373 paspor 24 halaman.

“Sebaliknya penerbitan paspor 48 halaman justru berkurang. Pada Januari-November 2016 jumlah paspor 48 halaman yang diterbitkan yakni 54.015 paspor. Sedangkan di 2017 periode yang sama, Imigrasi menerbitkan 30.856 paspor 48 halaman,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan data Ditjen Imigrasi, tahun 2017 permohonan paspor mencapai 3.093.000. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 3.032.000 dan tahun 2015 sebanyak 2.878.099 paspor.

Dilain pihak Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi, Agung Sampurno, mengatakan, penyebab peningkatan tersebut adalah adanya perubahan perilaku masyarakat dalam melakukan perjalanan ke luar negeri.

“Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti banyaknya paket perjalanan murah ke luar negeri, perubahan trend jamaah haji menjadi jamaah umrah, WNI yang bekerja ke luar negeri, dan indikasi adanya oknum masyarakat yang menggangu sistem aplikasi antrian paspor,” kata Agung.

Hasil investigasi menunjukan adanya permohonan fiktif yang datanya mencapai 72 ribu lebih. Modus yang dilakukan adalah melakukan pendaftaran online dengan maksud untuk menutup peluang masyarakat lainnya sehingga kuota akan habis. Akibatnya berapapun kuota yang disediakan akan habis diambil oleh oknum masyarakat tersebut. Selain itu juga ditemukan adanya oknum petugas yang bermain dengan calo.

Upaya yang dilakukan oleh Ditjen Imigrasi terkait meningkatnya permohonan dan animo masyarakat adalah dengan memberikan kemudahan dalam penggantian paspor yaitu dengan menyederhanakan persyaratan menjadi cukup membawa E-KTP dan Paspor lama.

“Untuk memberikan kemudahan pemberian paspor Ditjen imigrasi telah bekerjasama dan berkordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait termasuk Kantor Staf Presiden (KSP) agar Pusat Data Keimigrasian (Pusdakim) dapat terintegrasi dengan data base Kartu Tanda Penduduk (KTP). Dengan adanya integrasi database ini maka masyarakat tidak akan direpotkan dengan persyaratan kependudukan lagi,” paparnya.

Kemudian menambah tempat pelayanan selain di 125 Kantor Imigrasi, pelayanan paspor juga diberikan di 10 Unit Layanan Paspor (ULP), 16 Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP), 3 Unit Kerja Keimigrasian (UKK) dan 2 Mall Pelayanan Publik (MPP).

Selanjutnya Ditjenim juga menambah kuota setiap Kanim agar dapat lebih banyak melayani masyarakat. Kemudian memberikan pelayanan Sabtu/Minggu sejak Desember 2017 hingga Januari 2018. Terakhir pada tanggal 29 Desember Dirjen Imigrasi memerintahkan kepada seluruh Kanim di Indonesia yang masih mengalami penumpukan pemohon paspor untuk menyelesaikannya dalam waktu dua minggu.

Terkait dengan adanya gangguan terhadap sistem aplikasi antrian paspor, sejak tanggal 25 Desember 2017 Ditjen Imigrasi telah melakukan pengembangan dan penyempurnaan aplikasi, sehingga pada Februari 2018 aplikasi dengan performa baru akan diimplementasikan setelah terlebih dahulu didaftarkan di google apps.

Terhadap oknum petugas imigrasi yang terbukti melakukan pelanggaran kode etik telah dilakukan pemeriksaan dan diambil tindakan sesuai ketentuan kepegawaian yang berlaku.

Sumber : Humas Pemko Batam
Foto : Istimewa/net

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 39


DEWAN PERS WARTAKEPRI Harris Hotel

Berita Terkait



PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO TANJUNGPINANG
PEMKO BATAM DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD LINGGA