Siswi Penerbangan Digerayangi Hantu di Camp Vietnam, Pembina Sekolah Justru Bilang Seru

BANNER WARTA KEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 39

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Sekolah Penerbangan SPN Dirgantara menggelar kegiatan jurit malam dan longmarc sebagai target akhir tahun masa dasar pembentukan karakter terhadap peserta didik di Eks Camp Vietnam, Pulau Galang, Kamis malam lalu.

Seorang taruni dari 61 peserta didik tingkat I yang mengikuti kegiatan tersebut mengalami kesurupan setelah melihat dan diganggu oleh jin. Meski begitu, peristiwa itu justru dianggap seru dan bukan merupakan suatu kendala yang berarti.

“Ada satu taruni bernama Bilqis Fadila Aqda kesurupan. Dia melihat orang besar menyerupai jin yang datang dan mengganggunya,” ungkap Ketua Yayasan Pendidikan Sapta Lencana yang juga merupakan Pembina SMK Penerbangan SPN Dirgantara Batam, Erwin Depari, Minggu (24/12/2017).

Kendati demikian, Erwin mengaku tidak ada kendala yang berarti dengan kejadian tersebut. Taruni yang kesurupan berhasil ditenangkan, dan kegiatan pun berlangsung aman, tertib serta terkendali hingga selesai dilaksanakan.

Kata Erwin, kegiatan jurit malam taruna-taruni angkatan IV tahun 2017 ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap selesai ujian semester pertama kelas I SPN Dirgantara Batam. Diikuti oleh 61 taruna-taruni kelas I dengan 35 orang pelatih terdiri dari kelas II dan III.

Selain itu, sambung Erwin, juga ada 3 orang guru dan pembina yang mendampingi para peserta. Diantaranya adalah guru agama, guru kejuruan, dan ketua yayasan sekolah tersebut.

Jurit malam ini dikemas menarik dengan penuh tantangan. Para taruna-taruni dilepas secara berduaan, berselang selama 10 menit sekali menempuh jarak 4,5 kilometer dalam kegelapan malam di lokasi kegiatan eks Camp Pengungsi Vietnam yang terkesan angker dan mistis itu.

“Dalam kegiatan itu, setiap pasangan peserta harus masuk kedalam rumah kosong untuk menulis nama dan tanda tangan serta menghapal satu pesan yang ditulis pada bingkar tulisan horor. Kita siapkan pensil yang berbentuk jalangkung,” paparnya.

Sebanyak 3 hantu terbuat dari bantal diikat dengan kain kapan putih yang didandani pakaian kuntilanak menyerupai jompi berambut wig panjang, berjubah putih berdarah-darah diletakkan dalam rumah kosong itu.

“Kita hanya sediakan 2 lampu templok minyak tanah sebagai penerangan. Banyak peserta yang menjerit ketakukan di dalam rumah tersebut. Ada yang menangis, bahkan ada yang lari ketakutan masuk ke parit. Pokoknya seru banget acaranya,” sebut Erwin. (*)

Sumber : Fokus Riau

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 39


DEWAN PERS WARTAKEPRI Harris Hotel


PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO TANJUNGPINANG
PEMKO BATAM DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD LINGGA