Banjir Dahsyat di Penang Malaysia, Diperkirakan Masih Hujan 7 Hari ke Depan

BANNER WARTA KEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 39

WARTAKEPRI.co.id, MALAYSIA – Sekitar 10.000 pelajar di Penang harus “berenang” menyusuri banjir tinggi demi bisa mengikuti ujian Sijil Pelajaran Malaysia (SPM), ujian sekolah menengah di Malaysia, pada Senin, 6 November 2017.

Itu ditenggarai sebagai bencana banjir terburuk yang pernah menimpa negara bagian tersebut, dan belum menunjukkan potensi mereda.

Dilansir dari The Straits Times (6/11/2017), lebih dari 23.000 pelajar di sana sedang mengikuti ujian pertama untuk mata pelajaran “Bahasa Melayu Kertas”.
Sementara itu, banjir juga menimpa negara bagian Kedah, dan menghambat lebih dari 34.000 pelajar yang akan mengikuti SPM.

Menteri Pendidikan Malaysia Datuk P Kamalanathan menyatakan, pihaknya masih terus memantau situasi terkini di negara bagian yang terkena banjir.

Bencana itu telah meningkatkan jumlah pengungsi pada 62 titik evakuasi di Penang. Terdapat sebanyak 5.779 pengungsi pada Minggu malam, bertambah angka menjadi 5.845 pada Senin pagi.

Banjir disebabkan adanya luapan air Sungai Muda di utara Seberang Prai, Malaysia, yang terjadi pada Senin pagi. Ketinggian air menyentuh angka 5,2 meter, meningkat 1 meter lebih tinggi dari level ketinggian air normal sebesar 3,96 meter.

Diperkirakan Tujuh Hari

Penduduk Penang saat ini tengah mempersiapkan diri untuk cuaca yang gawat lagi. Diperkirakan, hujan lebat dan angin besar akan menerjang wilayah selama tujuh hari ke depan.

Fredolin Tangang, seorang profesor klimatologi dan oseanografi fisika dari Universitas Kebangsaan Malaysia, menjelaskan seputar fenomena banjir yang tengah menimpa beberapa bagian di Malaysia.

“Fenomena ini kami sebut ‘Borneo Vortex’, sebuah gejala yang menimbulkan adanya hujan dan angin besar,” paparnya.

Menanggapi hal ini, Perdana Menteri Malaysia meminta pihak kepolisian dan militer untuk turun tangan membantu warga yang terkena dampak banjir. Tercatat sebanyak tujuh orang tewas akibat bencana ini.

Sejumlah ahli percaya, bencana ini akan segera berakhir. Itu didasari oleh menyusutnya banjir yang telah berlangsung selama 18 jam pada Senin pagi. Mereka beranggapan bahwa sistem tekanan rendah telah melewati Penang.

Tangang lebih lanjut menjelaskan, “Borneo Vortex” pernah membuat Kelantan dan Trengganu diterjang banjir besar pada 2014.

Angin dan hujan besar tadi juga telah menimbulkan kerugian finansial bagi sebagian orang. Seperti yang dialami Wong Jee Min, seorang pengusaha durian berusia 47 tahun, yang kehilangan 500 pohon durian di kebun buah miliknya karena tumbang diterjang angin.

“Beruntung belum banyak yang berbuah. Musim durian di Penang berjalan dari bulan Mei sampai Agustus. Tapi tetap, masih banyak yang harus dibersihkan oleh para pekerja saya akibat angin dan hujan kencang,” tuturnya.(*)

Sumber : The Straits Times/Liputan6
Video dan Foto/ WA

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 39


DEWAN PERS WARTAKEPRI Harris Hotel

Berita Terkait



PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO TANJUNGPINANG
PEMKO BATAM DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD LINGGA