‎ E Money Milik Tokopedia Bukalapak Shopee dan Paytren Dihentikan BI

BANNER WARTA KEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 45

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) telah menghentikan layanan isi ulang sejumlah uang elektronik yang diterbitkan oleh e-commerce. Salah satunya Paytren, atau uang elektronik milik Ustadz Yusuf Mansyur.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengatakan perusahaan e-commerce harus menuruti aturan BI.

“Kalau belum ada izin ya harus ajukan dulu. Tapi jangan dibikin susah ya,” kata Rudiantara, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Rudiantara menjelaskan, e-commerce juga harus mengikuti aturan yang diterapkan oleh regulator sistem pembayaran. 

“Ya penyelenggara harus mengikuti kebijakan BI sebagai policy maker,” imbuh dia.

Sebelumnya BI telah menghentikan layanan isi ulang uang elektronik milik 4 perusahaan seperti TokoCash milik Tokopedia, ShopeePay milik Shopee, dan yang terbaru BukaDompet milik Bukalapak.

Sekedar informasi layanan uang elektronik dari Tokopedia, Tokocash untuk sementara waktu tidak dapat digunakan. Terhitung 13 September 2017. 

Namun, seluruh fitur TokoCash seperti transaksi, cashback, refund dan redeem Gift Card masih berfungsi seperti biasa.

Pada laman resmi Bukalapak, tertulis mulai 2 Oktober 2017, fitur top up (tambah saldo) BukaDompet akan dinonaktifkan karena Bukalapak akan menjalankan proses untuk mendapatkan lisensi e-money dari Bank Indonesia.

Dari laman resmi Shopee, efektif per 18 September 2017 layanan isi ulang atau Top Up Shopeepay tidak tersedia untuk sementara.(detik.com)

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 45

DEWAN PERS WARTAKEPRI

Berita Terkait



PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO TANJUNGPINANG
PEMKO BATAM DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD LINGGA