Hakim Perintahkan Berikan Dakwaan Pada Terdakwa, Jaksa Berkilah Buat Surat Ke Kajari



Wartakepri.co.id, Batam – Yohannes SH, dari kantor pengacara Nasib Siahaan SH, yang ditunjuk menjadi penasehat hukum terdakwa I Sung Nyiat Fa alias Bu Kiok dan terdakwa II Hariyanto alias Aning, mengaku kecewa atas jawaban dari Zia SH, Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini.

Jaksa Zia SH ini tidak memahami isi dari pasal 143 ayat 4 Kuhap, yang berbunyi :
Turunan surat pelimpahan perkara beserta surat dakwaan disampaikan kepada tersangka atau kuasanya atau penasihat hukumnya dan penyidik, pada saat yang bersamaan dengan penyampaian surat pelimpahan perkara tersebut ke pengadilan negeri.

Penjelasan pasal 143 ini sudah sangat jelas maksudnya, namun saat surat pelimpahan perkara itu diperintahkan oleh majelis hakim pada Jaksa supaya diberikan, tidak perlu lagi nyeleneh dan harus menyurati Kepala Kejaksaan Negeri Batam supaya diberikan.

“Kami selaku PH dari kedua terdakwa sangat kecewa atas jawaban Jaksa tersebut, ia sudah diperintahkan majelis hakim supaya memberikan. Masak harus menyurati lagi pada Kajari Batam,” kata Yohannes SH, Kamis (3/8/2017) usai persidangan di PN Batam.

Seharusnya tanpa diminta terdakwa pun sebelum penuntutan, Jaksa sudah memberikan pada terdakwa. Ini tidak, malah saat kita minta dipersidangan disuru buat surat ke Kajari lagi. Kami mencurigai dakwaan Jaksa tersebut, ada dugaan dissenting opinion atau pendapat berbeda. Ungkapnya.

Sementara, saat dikonfirmasi pada Kajari Batam, soal dakwaan yang belum diberikan JPU pada terdakwa. Kepala Kejaksaan Negeri Batam, R Adi Wibowo SH berprinsip bahwa dakwaan tersebut sudah diserahkan.

“Kalau dakwaan pasti sudah dikasih ke terdakwa,”kata Adi Wibowo SH pada wartakepri.

Kemudian Syukriadi SH, Humas kejaksaan negeri Batam mengatakan, terdakwa harus meminta pada saat penyidikan sebelum dilimpahkan pada penuntutan.Kalau tidak dimintanya itu kesalahan terdakwa. Katanya.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa I. Sung Nyiat bersama –sama terdakwa II Hariyanto alias Aning dan A Bui (DPO), pada hari Minggu tanggal 07 Mei 2017 sekitar pukul 22.00 Wib bertempat di Klenteng Melchem Kecamatan Batu Ampar – Kota Batam, menggunakan kekerasan terhadap orang saksi LIE HON MIN.

Berawal kejadian, saat kedua terdakwa bersama A BUI (DPO) sedang duduk-duduk di klenteng Melchem, lalu tidak berapa lama kemudian datang saksi korban LIE HON MIN ikut duduk. Pada saat terdakwa Hariyanto sedang merokok, asap rokok tersebut mengenai wajah dari saksi LIE HON MIN. Seketika itu juga saksi LIE HON MIN merasa tidak terima lalu marah-marah dan menampar pipi kanan terdakwa Hariyanto.

Melihat hal tersebut, terdakwa Sung Nyiat Fa langsung berusaha menegur saksi LIE HON MIN untuk tidak membuat keributan. Karena pada saat itu saksi LIE HON MIN masih marah, tiba-tiba terdakwa Hariyanto mengambil sebatang kayu ukuran 1 Meter dan memukul kearah badan saksi

Saksi LIE HON MIN berusaha merebut sebatang kayu tersebut dan selanjutnya terdakwa Sung Nyiat Fa mengambil kursi plastik lalu memukul kearah badan namun dapat ditahan saksi LIE HON MIN. Selanjutnya A BUI (DPO) mengambil satu buah piring dari lantai dan langsung memukul kearah kepala saksi LIE HON MIN hingga mengeluarkan darah.

Atas perbuatan terdakwa diatur dan diancam Pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 Ayat (2) Ke-1 KUHP. Persidangan ini dipimpin ketua majelis hakim, Syahrial Harahap SH didampingi hakim anggota Yona Lamerosa Kataren SH dan Muhammad Chandra SH.
( Nikson Simanjuntak )







DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA