Bupati Natuna : Dana Desa Bisa Dikembangkan Jadi Lumbung Ekonomi Desa





WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Disnakertrans Kabupaten Natuna akan menciptakan tenaga terampil melalui program program pelatihan yang dilaksanakan oleh BLK dan peserta latihan dapat meningkatkan ketrampilan kerja di bidang-bidang yang diajarkan.

Menurut Kepala Disnakertrans Kabupaten. Natuna, Husaini , minimnya kegiatan tahun 2016 khususnya di BLK, akibat keterbatasan anggaran.

Sedangkan tahun 2017, beberapa kegiatan akan di laksanakan menggunakan anggaran daerah berupa pelatihan menjahit dan mengelas.

Husaini optimis status BLK telah berdiri belum berbentuk Unit Pelayanan Teknis, sehingga sulit untuk pengajuan anggaran pusat, dan bila berstatus UPT, maka BLK dapat melakukan pelatihan lebih banyak lagi.

” Kalau BLK nanti menjadi UPT, maka kita baru bisa mengajukan anggaran ke pusat untuk bikin kegiatan pelatihan yang lebih banyak lagi,” harap Usaini.

Untuk itu, Tim Disnakertrans sedang melakukan upaya perubahan menjadi UPT dan saat ini sedang pengkajian aturan dan kerangka kerja dibentuk.

Husaini berharap tahun depan sudah terealisasi untuk pembentukan UPT melalui Peraturan Bupati sehingga akan dapat fungsikan UPT.‎

Terbentuknya BLK sebagai UPT dipastikan dapat mengurangi beban pembiayaan dari APBD Natuna dan dana APBN di perkiraan akan meningkatkan fungsi di BLK lebih optimal.

Penambahan bidang pelatihan sebagaimana usulan Disnakertrans di dalam musrenbang nantinya dapat terlaksana kan, seperti pelatihan mesin pompong.

Dia berpendapat, banyak keberhasilan dan kemajuan pemerintah yang tak diiringi oleh keharmonisan sosial.

Untuk itu, nilai-nilai sosial, budaya, dan agama hendaknya tak tergerus oleh akselerasi pembangunan desa.

Tempat terpisah Bupati Natuna Hamid Rizal mengatakan terkait membangun Natuna.

Dana desa wajib dipakai untuk meningkatkan kualitas pendidikan sumber daya manusia (SDM), meningkatkan karakter dan kompetensi untuk bisa menciptakan peluang kesejahteraan lebih baik di masa mendatang, serta menjaga kesehatan warga.

” Seperti membangun balai kelompok belajar, membangun sanitasi, intinya demi memperbaiki kualitas manusia dengan jaring komunitas wira desa,”paparnya.

Fokus kedua, sambungnya, dana desa sebaiknya digunakan untuk menginisiasi penciptaan lumbung ekonomi desa.
Menurut dia, sumber daya di desa sangat banyak, seperti sumber daya sosial, budaya, wisata, sejarah, dan lainnya yang bisa dikonversi menjadi sumber kekuatan ekonomi.

Pokok terakhir, pembangunan desa sebaiknya tetap diiringi oleh perbaikan nilai-nilai sosial yang berlaku di daerah. (riky)




DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA