Ini Buktinya Rokok FTZ Batam Aman Dijual di Ibukota Daik Lingga

BANNER WARTA KEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 39

WARTAKEPRI.co.id, LINGGA – Di awal tahun 2017 peredaran rokok kawasan bebas (FTZ) masih keliatan di toko-toko kecil yang berada di tengah ibu kota Kabupaten Lingga.

Hasil pantauan di lapangan rokok kawasan bebas ini laris manis di beli masyarakat dengan harga di bandrol Rp 7-8 ribu di wilayah Kota Daik

Ada beberapa jenis merek rokok kawasan bebas ini, H-mils, S-mild, Rexso dan lainnya.

Seharusnya rokok khusus kawasan bebas ini bisa masuk PAD daerah .

Ketika ditanya bagaimana cara rokok ini bisa dijual di warung warung, seorang pedagang menjelaskan kalau rokok rokok ini ada yang menghantar.

” Ada aja yang datang dan menawarkan untuk dijualin. Kalau siapa dan dimana distributornya, tidak tahu,” tutur seorang pedagang di Pasar Daik.

Hingga berita diturunkan, belum melakukan konfirmasi ke dinas terkait di Pemkab Lingga.

Protes ‎‎Rokok

Sementara itu, peredaran rokok ilegal juga terjadi dan mendapat protes dari industri lokal di Sulawesi.
Dikutip dari laman WartaEkonomi.co.id, serbuan rokok ilegal dari Jawa Timur (Jatim) dikhawatirkan mengancam keberlanjutan industri tembakau lokal di sejumlah kabupaten/kota lingkup Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Musababnya, rokok ilegal itu dibanderol dengan harga yang lebih murah. Bercermin dari fenomena tersebut, Bea Cukai Sulawesi gencar melakukan penindakan terhadap masuknya rokok tanpa cukai tersebut.

“Kami akan berusaha menjaga industri tembakau atau rokok di tingkat lokal agar terus tumbuh. Itu penting mengingat industri rokok di Sulsel, meskipun tidak begitu besar tapi berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja dan pendapatan daerah,” kata Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sulawesi, Agus Amijaya, kepada Warta Ekonomi, Jumat (27/1/2017).

Bea Cukai Sulawesi mencatat peredaran rokok ilegal di Sulsel dari tahun ke tahun terus meningkat. Tercatat 44 juta batang rokok ilegal disita pada 2015.

Jumlah itu melonjak menjadi 65,2 juta batang rokok ilegal pada 2016. Pada awal Januari 2017, rokok ilegal yang disita sudah menembus 10 juta batang. Mayoritas rokok ilegal tersebut dikirim dari Jatim.

Agus menjelaskan rokok ilegal asal Jatim itu tidak menyasar Makassar, melainkan daerah bagian utara Sulsel. Di antaranya yakni Soppeng dan Pinrang. Bahkan, pihaknya mensinyalir rokok ilegal itu hendak dipasok ke Sulbar dan Sulteng. 

Guna memberantas peredaran rokok ilegal, Bea Cukai Sulawesi menyiapkan beragam langkah strategis. 

Untuk penindakan, Agus menuturkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bea Cukai pusat dan Jatim untuk melacak dan menindak pemasok rokok ilegal. Sanksi administratif dan pidana disiapkan bila terbukti melanggar.

Agus menambahkan untuk langkah pencegahan, pihaknya bersama pemerintah daerah gencar melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat.

Diimbaunya agar masyarakat tidak membeli rokok ilegal lantaran selain tak bercukai, kandungannya bisa saja berbahaya. (ravi/wartaekonomi)

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 39


DEWAN PERS WARTAKEPRI Harris Hotel

Berita Terkait



PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO TANJUNGPINANG
PEMKO BATAM DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD LINGGA