7 Tersangka Diduga Muncikari Panti Pijat di Paradise Dikenai Pasal TPPO ‎



Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 37
WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Tujuh tersangka praktek prostitusi berkedok massage di tempat Panti Pijat Paradise Kawasan Nagoya Batam masih meringkuk di Sel Polresta Barelang. ‎Tujuh tersangka tersebut, dikenai pasal tindak pidana perdagangan orang (TPPO), dimana dua diantaranya warga Malaysia.

” Tersangkanya masih tetap. Dan mereka masih ditahan. Berkaitan dengan massage yg menyalahi aturan dengan eksploitasi maka kita kenakan Undang-undang TPPO dan mucikari,” kata Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Memo Adrian, Jumat (28/10/2016).

Kasus ini menjadi perhatian, karena untuk kedua kalinya warga Malaysia menjadi pendana praktek asusila ini. Dimana, pada tahun 2015 juga ada sidang dengan kasus serupa.
Polisi pun telah memasang garis polisi, tepatnya ruko Blok N nomor 2 komplek Nagoya Paradise Centre.‎

Diberitakan sebelumnya, dari tujuh orang yang diamankan, dua orang merupakan warga negara Malaysia dan lima orang warga Indonesia.

‎Kedua WN Malaysia ini diketahui mendanai praktek prostitusi terselubung tersebut dengan menginves dana sekitar Rp 300 juta.

Modusnya menjajakan wanita untuk dibooking atau dipakai oleh para lelaki hidung belang. Para wanita tersebut memiliki tarif yang berbeda. Untuk short time dipatok harga Rp 600 ribu dan long time Rp 1.2 juta per orang.
Pembagian nya 50 persen bagi pengelola dan 50 persen untuk para wanita pekerja seks tersebut.

Namun lewat laporan warga dan penyamaran dari aparat kepolisian, tujuh tersangka tersebut berhasil diamankan dan digiring ke Mapolresta Barelang. (alvin lamaberaf)

Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 37

DEWAN PERS WARTAKEPRI
WIRARAJA
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB LINGGA
PEMKO BATAM
Baca Juga :  KASAD: Jaga Netralitas TNI, Brigjen Madsuni Resmi Danjen Kopassus
PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
DPRD BATAM

Berita Terkait