Terdakwa Eka Dilona Sudah Mabuk, Lalu Tusuk Anwar Bapa Lego



WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Berawal dari bersenggolan di toilet antara terdakwa Eka Dilona dengan Hendra Agustian Pardosi maka terjadilah keributan di pujasera Golden Land Batam Center.

Lima saksi teman terdakwa dihadirkan Jaksa Penuntut Umum( JPU) saat terjadi keributan diantaranya; Oki Julfiandri, M.Yani, Hengki Julianto, Aief Prasrtio Wardana dan Erik Adong Simanjuntak. Kelima saksi tersebut semuanya merupakan anggota Brimob Polda Kepri.

Kelima saksi di periksa satu persatu diawali saksi Oki dan menerangkan; terdakwa dan saksi Hendra Agustian Pardosi bertengkar ditoilet. Mendengar ada suara keributan, kami melihat terdakwa dikerumuni orang maka kami mendekat lalu kami melirik saksi Hendra Pardosi yang mau melarikan diri lalu security pujasera mengamankan.

“Eka Dilona saat itu mengalami luka di pelipisnya dan darah segar keluar. Katanya terdakwa dia ditinju oleh Hendra karena saling dorong dalam toilet. Saat itu terdakwa juga sudah mabuk dimana sebelum kami datang ke pujasera, terdakwa sudah duluan minum,” kata Oki Julfriandi, Senin (29/8/2016).

Soal adanya penusukan pada korban Anwar bapa Lego hingga tewas oleh terdakwa, saksi Eko mengatakan tidak mengetahui setelah esok hari baru tahu bahwa korban tewas. Kata para saksi lainnya.

Terdakwa salah sasaran pada korban Anwar Bapa Lego karena tidak ada kaitanya soal kasus keributan. Saat itu korban ada dilokasi kejadian dan mengatakan ” bawa aja ke rumah sakit”. Namun terdakwa malah nikam korban dibagian leher. Terang Jaksa Immanuel Tarigan SH

Sebelumnya, Tiga saksi sudah di hadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu Philipus dan Ahmad Abas yang keduanya satpam Golden land serta saksi Hendra Agustian Pardosi, Senin (22/8/2016 ) lalu di pengadilan negeri Batam.

Dalam saksi keterangan saksi
Ahmad Abas dan Philipus selaku
Security pujasera Golden Land menerangkan, adanya keributan pada hari Sabtu tanggal 2 April 2016 sekitar pukul 01.30 wib dini hari. Awalnya keributan terjadi di kamar mandi dengan saksi Hendra Agustian Pardosi dengan terdakwa Eka Dilona.

Mendengar ada keributan maka kami datang melerai namun Hendra sudah melarikan diri duluan. Sementara diseberang jalan pujasera, korban Anwar Bapa Lego sudah kena tikam bagian leher sebelah kanan bersama motornya terjatuh. Posisi korban saat itu dalam keadaan pingsan dan sampai dibawa ke Rumah Sakit Awal Bross nyawanya tidak dapat ditolong lagi. Terang Phlipus Samon Pandai dan diamini saksi Ahmad Abas.

“Terdakwa Eka sudah sering datang minum dan makan di Pujasera Golden Land simpang Kara Batam Center bersama dengan temanya,” ujar

Sementara pengakuan dua saksi dari satpam Golden Land yang sudah diminta keterangannya mengatakan bahwa, Hendra Agustian Pardosi menjadi korban dan awal dari keributan dalam kamar mandi.

Sidang yang diketuai hakim Tiwik SH didampingi hakim Egi SH dan hakim Endi Nurindra Putra SH serta Jaksa Penuntut Umum (JPU), Immanuel Tarigan SH. Sementara tersangka Eka Dilona didampingi kuasa hukumnya AKP Edy Wijayanto SH dan Rizal SH. (nikson simanjuntak)







DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA