Mahasiswa Stai Sar Pertanyakan Soal Pungutan Uang Untuk Kegiatan Praktek

BANNER WARTA KEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 39

WARTAKEPRI.co.id TANJUNGPINANG-Sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Sultan Abdurrahman (STAI SAR) mempertanyakan transparansi pungutan uang senilai Rp550.000 kepada pihak kampus untuk dua kegiatan praktek ujian Fardu Kifayah dan Komprehensif.

Untuk kegiatan praktek Fardu Kifayah (memandikan jenazah,red), harus membayar Rp275.000 dalam waktu 1 jam kegiatan. Ditambah lagi harus membayar ujian Komprehensif senilai Rp275.000, dengan total jumlah untuk dua kegiatan praktek di perkuliahan kampus tersebut senilai Rp550.000.

“Pihak kampus mengatakan praktek kegiatan Fardu Kifayah adalah wajib, walaupun tidak dimasukkan didalam SKS mata kuliah,” terang beberapa mahasiswa yang engan namanya di sebutkan,Sabtu (23/7/2016) malam.

Menurut sejumlah mahasiswa ini kalau memang wajib, walaupun nol SKS, mengapa tidak dimasukkan didalam mata kuliah harian atau mingguan seperti baca tulis dan membaca Al-Qur’an.

Ironisnya lagi, kegiatan praktek memandikan jenazah (Fardu Kifayah) menggunakan boneka “Warisan” boneka yang telah dipakai alumni sebelumnya yang telah selesai di wisuda.

“Malahan untuk kelompok lain, kawan-kawan kita sendiri yang dijadikan boneka sebagai bahan praktek, padahal kita telah membayar Rp275.000 per orang, kenapa pihak kampus tidak membeli boneka yang baru maupun kain kafan dan yang lainnya tanpa alasan yang jelas,” Ucap beberapa mahasiswa ini.

“Kenapa boneka untuk praktek tidak dibelikan pihak kampus. Kain kafan juga bekas. Kemana uang yang kami bayarkan tersebut, dilarikan kemana, dimanfaatkan untuk apa, jumlah boneka hanya satu. Sedangkan kita sendiri membayar semahal itu,” jelas beberapa mahasiswa lagi.

Sedangkan untuk ujian Komprehensif dengan jumlah yang sama yakni Rp275.000 per orang, hanya menggunakan ujian lisan tanpa ujian tertulis menggunakan kertas. Mirisnya lagi, beberapa mahasiswa ini mendengar kabar ada beberapa dosen yang belum menerima honor mengajar.

“Ada beberapa dosen mengeluhkan permasalahan gaji bang. Istilahnya, maaf cakap, “anak tiri” dan “anak kandung”. Hingga ada salah satu dosen yang meminjam uang ke mahasiswa dikarenakan tak memiliki uang,”katanya.

Akibat hal tersebut, menyebabkan beberapa dosen yang belum dibayarkan gajinya tersebut terkadang masuk dan terkadang absen.

Diwawancara terpisah, perihal tersebut, Ketua Yayasan STAI Sultan Abdurrahman, Razali, justru tak banyak tahu permasalahan tersebut,Senen, (25/7/2016).

Dirinya mempersilahkan awak media untuk menanyakan kepada Rici Rahim perihal rincian pembayaran yang di klaim beberapa mahasiswa diduga tidak transparan.Silahkan ke Rici Rahim saja. Beliau yang mengetahuinya, dan semua rincian ada di beliau” katanya.

Razali hanya menjelaskan jumlah mahasiswa saat ini kisaran 400 lebih yang berkuliah.

“Tak ada uang yang nak di korupsi. Uang yang nak di korupsi itu tak ada. Kami mengandalkan dari pembayaran SPP saja,” ucapnya.

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 39


DEWAN PERS WARTAKEPRI Harris Hotel


PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO TANJUNGPINANG
PEMKO BATAM DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD LINGGA