Mahasiswa Natuna “Cium” Ada Permainan Distributor Timbun Sembako

BANNER WARTA KEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 45

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Presiden Joko Widodo mengeluarkan peraturan untuk menjamin stabilitas harga dan ketersediaan barang yang beredar di pasar. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Harga Kebutuhan Pokok dan Barang Penting ini ditandatangani pada 15 Juni 2015. Dengan keluarnya perpres ini, Presiden Jokowi berharap masalah kelangkaan dan gejolak harga barang bisa diatasi.

” Menjadi pertanyaan apakah Natuna juga mentaati peraturan telah keluarkan presiden,” ujar Fathur Al Fikrirozi Mahasiswa Jurusan Kimia universitas di Pekan Baru asal Natuna, yang tengah berlibur ke kampung halaman Natuna, kepada wartakepri.co.id, Minggu (19/6/2016).

Ditambahkan Fathur bahwa sudah dijelaskan adanya larangan menyimpan barang kebutuhan pokok dan barang penting di gudang ketika terjadi kelangkaan, gejolak harga, atau hambatan lalu lintas perdagangan barang.

Melalui perpres ini, pemerintah pusat wajib menjamin stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok dan barang.  Masalah harga sembako di Natuna, tidak saja saat puasa dan hari besar, masalah naiknya harga juga pengaruh cuaca dan gelombang tinggi.  Oleh itu, pemerintah daerah Natuna harus  memperhatikan sejauh mana pasokan sembako saat ini.

Masyarakat Natuna tahu,  kalau  pasokan Sembako Natuna masih sangat bergantung dari Pulau Jawa, Pulau Sumatera dan daerah lain di Indonesia yang dikirim melalui kapal laut.  Pemerintah Natuna harus cepat antisipasi harga sembako jelang Idul Fitri, semoga tidak ada yang bermain.

Pendapat mahasiswa lain, Nurhayati Mahasiswi STAI Natuna menilai ada keaneh kenapa masuk bulan Ramadhan dan jelang Idul Fitri, harga sembako naik di Natuna.

Dia mengatakan, coba abang cek sekarang telur ayam sudah naik cek saja di pasar sekarang kata Nurhayati kini menjadi Rp 2000 hingga Rp 2.500 per butir.

Biasanya, telur ini dipasarkan seharga Rp 1.500. Para pedagang mengaku tidak lagi mendapatkan stok telur dari distributor. Hal itu membuat harga telur melonjak. Sudah sama dengan harga di luar negeri.

Padahal Natuna saat ini lagi tengah prihatin sangat sulit ekonomi, itupun sukur syukur bisa buat kue lebaran.

” Aneh saja mas, kenapa kok setiap menjelang lebaran harga selalu melambung tinggi apakah pemda natuna tidak mengontrol harga pasar Natuna,” kata Nurhayati lagi.

Kalau perlu cek gudang gudang pemasok apakah boleh barang di timbun saat musim jelang lebaran stok di keluarkan dan dengar harga tidak wajar jangan musim utara dan gelombang tinggi menjadi alasan. Padahal Pemerintah sudah intruksikan pakai kapal Tol laut kapasitas 3000 ton untuk mengankut barang kebutuhan Natuna, kata Rahmad Mahasiswa ekonomi syariah di STAi Natuna. (ricky)

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 45

DEWAN PERS WARTAKEPRI

Berita Terkait



PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO TANJUNGPINANG
PEMKO BATAM DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD LINGGA