Tim WFQR Lantamal IV Bekuk Kapal Penyuplai BBM Ilega‎l Berbendera Singapura



TANJUNGPINANG, WARTAKEPRI.co.id – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV Tanjungpinang mengamankan KM Perintis 02 dan MV Tourmaline yang diduga melakukan transaksi bahan bakar minyak jenis solar secara illegal di perairan Tanjung Pinggir Batam, Kamis (14/4/2016).
‎Menurut Kepala Dispen Lantamal IV, Mayor Laut ‎Drs. Josdy Damopolii‎, penangkapan kedua kapal tersebut berawal dari patrol rutin yang dilakukan oleh Tim WFQR Lantamal IV pada Kamis dini hari, yang mencurigai adanya kapal berlayar tanpa penerangan lampu (penggelapan) di sekitar perairan Tanjung Pinggir Batam sehingga tim melaksanakan pemeriksaan terhadap kapal dimaksud. 
Dari hasil pemeriksaan KM Perintis 02, Tim WFQR menemukan muatan berupa bahan bakar minyak jenis solar sebanyak 12 ton.
Keterangan dari Nahkoda kapal menyebutkan bahwa BBM Solar tersebut berasal dari sebuah kapal suplay yang sedang lego jangkar diperairan Batu Ampar Batam.
KM Perintis 02 GT 34 berbendera Indonesia dinahkodai oleh “MS” dengan empat orang anak buah kapal yaitu “JF”, “S”, “JN” dan “P”, sedangkan pemilik kapal adalah “S” warga Tanjung Riau Batam.
Setelah dilakukan pemeriksaan terdapat beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh KM Perintis 02 diantaranya kapal tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah, tidak memiliki surat pemberitahuan berlayar (SPB), tidak dilengkapi dengan crew list, tidak dilengkapi dengan data Manifest, nahkoda berikut ABK tidak memiliki surat kecakapan (Ijazah SKK, buku pelaut, Buku Sijil) dan melakukan transaksi BBM Solar secara illegal.
Berbekal keterangan yang diberikan oleh nahkoda dan ABK KM Perintis 02, Tim WFQR melakukan pengembangan dilapangan. Tim WFQR beserta KM Perintis 02 bergerak menuju MV Tourmaline yang sedang lego jangkar di perairan Batu Ampar Batam.
MV Tourmaline GT 2442 berbendera Singapura dengan call sign 9VGK8 dengan nahkoda “RRM” dengan ABK 17 orang (1 warga Negara Philipina dan 16 orang warga Negara Indonesia).
Komandan Lantamal IV Laksma TNI S. Irawan, S.E. menjelaskan modus operandi yang digunakan oleh para ABK dalam melakukan aksinya adalah KM Perintis 02 merapat dilambung kiri kapal MV Tourmaline, lalu pihak kapal MV Tourmaline mengeluarkan selang BBM kapal tersebut ke tangki BBM yang ada pada KM Perintis 02 selanjutnya dilakukan proses transfer BBM.
Pada saat proses pemindahan BBM baik KM Perintis 02 maupun MV Tourmaline melaksanakan penggelapan kapal dengan tujuan agar kegiatan transfer BBM ilegal tidak diketahui petugas. Nilai transaksi illegal berupa BBM jenis solar sebanyak 12 ton yang dihargai Rp. 30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah).
Rencananya setelah melakukan transaksi, KM Perintis 02 akan membawa muatan menuju gudang BBM milik “S” di daerah Tanjung Riau, namun aksinya dapat digagalkan oleh Tim WFQR Lantamal IV.
Danlantamal IV mengatakan bahwa dari fakta-fakta yang didapat di lapangan, patut diduga bahwa KM Perintis 02 telah melakukan pelanggaran UU Pelayaran dan melakukan kegiatan transaksi BBM ilegal dilaut yg melibatkan oknum “C” yang merupakan KKM Kapal Suplay MV Tourmaline.
Modus yang dilakukan kapal-kapal yang melakukan kegiatan illegal seperti penyelundupan BBM sering memanfaatkan kelengahan petugas, tetapi kita sudah antisipasi hal ini sejalan dengan pola operasi senyap yang kita gelar pada malam hari dan kita pun sudah memetakan titik-titik atau jalur yang akan mereka lewati sehingga kita dapat meminimalisir setiap kegiatan illegal terutama illegal oil, tegas Irawan.
“Penangkapan transaksi BBM illegal ini menunjukkan bahwa Koarmabar/ Lantamal IV tidak pernah mentolelir dan akan terus menumpas segala bentuk kejahatan di perairan Kepri. Lantamal IV dengan tim WFQR-nya akan terus memburu para pelaku kejahatan dilaut, tidak ada ruang bagi para pelaku kejahatan,” tegasnya.
Dengan kerja sama, keuletan dan keikhlasan para prajurit, ditengah keterbatasan anggaran dan sarana, kita mampu membuktikan kepada dunia internasional bahwa kita mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada setiap kapal yang melintasi perairan Kepri dan Selat Malaka.
Anggapan bahwa perairan kita sebagai “the most dangerous waters” dengan sendirinya akan terpatahkan berkat kinerja kita memberantas kejahatan di laut.‎
Guna proses hukum lebih lanjut, kedua kapal yaitu KM Perintis 02 dan MV Tourmaline, BBM jenis solar 12 ton dan uang senilai Rp. 30.000.000,00 sebagai barang bukti berikut para ABK diamankan di Batu Ampar Batam dengan pengawasan ketat oleh Tim WFQR Lantamal IV. (dispenlantamal IV).






DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA