Pelatihan Tenun Untuk Mencari Motif Khas Tenun Tanjungpinang



TANJUNGPINANG, WARTAKEPRI.co.id – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Prakarsa Perempuan Kota Tanjungpinang, menggelar Pelatihan Tenun bagi organisasi wanita di kota tanjungpinang. Acara itu, secara resmi dibuka oleh Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, ditandai dengan penyematan tanda peserta, di Ballroom Hotel Comfort Tanjungpinang, Rabu (13/4/2016).

” Kegiatan ini sangat penting dalam upaya melahirkan pelaku ekonomi kreatif, khususnya pengrajin tenun, nantinya mereka dapat menciptakan prodak unggulan dan kemudian bisa dikembangkan, sehingga akan melahirkan pelaku ekonomi mikro yang mampu bersaing pada pasar bebas (MEA),”ucap Lis mengapresiasi.

Lis berharap, usai pelatihan tenun ini, ada yang bisa dikembangkan, dengan menghasilkan prodak-prodak yang bernilai jual, kratif, dan pelaku usaha bisa membuat usaha yang mandiri.

Terpenting ada keberanian untuk mengembangkan potensi, namun harus disertai kesabaran dan keseriusan, jika demikian, pemerintah akan siap membantu pengadaan alat tenun.

“Yang penting ada tenaga ahlinya dan usaha itu bisa bermanfaat dan berkembang, tidak saja bagi masyarakat, tetapi untuk pengembangan potensi daerah kota tanjungpinang,”tutur Lis.

Lis berharap, acara ini jangan hanya seremonial saja, tetapi ada bukti nyata, dengan melahirkan pengrajin-pengrajin tenun dan prodak-prodak kreatif di kota Tanjungpinang,” ucapnya

Kepala BP3AKB, Ahmad Yani, S. Sos, MM, M. Kes, mengatakan bahwa, Kota Tanjungpinang termasuk peringkat tertinggi untuk Indeks pemberdayaan gender. Hal itu, karena kota Tanjungpinang paling banyak perempuan yang menduduki jabatan strategis, oleh karena itu, saya menyambut baik kegiatan ini, karena dapat meningkatkan akses kesenjangan perempuan di Kota Tanjungpinang.

Sementara itu, Leni Purba selaku Ketua LSM Prakarsa Perempuan, menegaskan acara ini bukan sekadar ceremonial semata, tetapiakan berupaya ada sesuatu yang berarti kami tinggalkan untuk kota Tanjungpinang.

“Kita berharap dapat menciptakan motif tenun khas kota ini,”ungkapnya

Selain itu, melalui pelatihan tenun dengan menggunakan alat bukan mesin, para peserta yang terdiri dari organisasi wanita se-kota Tanjungpinang, dapat menyalurkan minatnya, sehingga mereka mampu menghasilkan tenunan yang kreatif untuk kota Tanjungpinang.

” Setelah acara ini, mereka akan membentuk kelompok usaha mandiri agar bisa mengembangkan usahanya,”ujarnya

Pelatihan yang berlangsung selama enam hari mulai Rabu (13-18/4/2016), akan dilatih menggunakan alat tenun bukan mesin dari pengrajin dan pelaku usaha tenun dari klaten. Peserta akan dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelas pemula dan kelas mahir.

Acara turut dihadiri, Asisten 2 bidang Perekonomian dan Pembangunan, Robert Pasaribu, Kepala Dinas Pasar dan UMKM kota tanjungpinang, Dr. H. Syafrial Evi, S. Sos, MM, Ketua GOW kota tanjungpinang, Juariah Syahrul, serta ibu-ibu dari organisasi wanita se-kota Tanjungpinang.(r/vir)







DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA