Kejaksaan Kepri Serahkan Lim Young Buronan Amerika sejak 2011 ‎

BANNER WARTA KEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 45
WARTAKEPRI.co.id – ‎Kepolisian Republik Indonesia resmi menyerahkan ‎ Lim Yong Nam untuk ditahan di Amerika Serikat, Kamis (31/3/2016). Lim diberangkatkan ke Jakarta melalui Bandara Hang Nadim.
‎‎
Lim, menghadapi tuduhan karena melanggar embargo perdagangan Amerika, dengan mengirim sesuatu ke Iran.
Lim diektradisi dari Pulau Batam, dan menjalani persidangan di Batam. ‎ Andar Perdana Widiastono, Kejari Kepri menjelaskan ‎Lim Yong Nam telah diserahkan kepada Marshal AS.
 
” Tapi kami tidak dapat mengungkapkan lokasi (tahanan) mentransfer‎

Ketika dihubungi, seorang pejabat dari Kedutaan Besar AS di Jakarta menolak mengomentari kasus ini.

Indonesia tidak memiliki perjanjian ekstradisi resmi dengan AS, tapi hukum Indonesia memungkinkan untuk permintaan tersebut untuk dipertimbangkan pada kasus-per kasus.
Hakim mengatakan mereka telah dipertimbangkan hubungan baik kedua negara dan bantuan Amerika dalam kembali dua penjahat Indonesia untuk Indonesia.

Kementerian Singapura Luar Negeri (MFA), Kamis (31/3/2013) telah menghubungi pihak berwenang AS yang relevan untuk meminta informasi tentang proses hukum yang akan dihadapi Lim di AS.

” Kami juga telah meminta AS untuk memastikan bahwa Mr Lim diberikan hak-hak hukum karena nya. MFA akan terus melaksanakan tanggung jawab konsuler kami dengan menyediakan Mr Lim dengan bantuan yang diperlukan,” kata seorang juru bicara MFA dalam sebuah pernyataan.

Lim dituduh mengirim 6.000 modul frekuensi radio untuk ekspor ke Iran. AS telah meminta Singapura untuk mengekstradisi dia pada tahun 2011, namun Pengadilan Tinggi Singapura menemukan bahwa kejahatan ia dituduh tidak suatu pelanggaran di Republik.

Sidang Lim telah diselenggarakan di Batam sejak Oktober 2014 setelah dia pergi ke Pulau untuk menghadiri pameran dagang.

Pada tahun 2011, dia didakwa bersama tiga warga Singapura lainnya dan nasional Iran oleh Departemen Kehakiman AS untuk bersekongkol untuk memungkinkan komponen elektronik dari AS yang akan diekspor secara ilegal ke Iran bukan tujuan akhir mereka menyatakan, yang Singapura.

AS menuduh bahwa 16 dari modul kemudian ditemukan di perangkat peledak improvisasi di Irak yang belum diledakkan. (ded)

sumber: The Straits Times

 

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 45

DEWAN PERS WARTAKEPRI

Berita Terkait



PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO TANJUNGPINANG
PEMKO BATAM DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD LINGGA