Bupati Natuna Melaksanakan Pelepasan Ekspor Perdana Ikan Napoleon ke Hong Kong

Bupati Natuna Melaksanakan Pelepasan Ekspor Perdana Ikan Napoleon ke Hong Kong

BANNER WARTA KEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 33

WARTA KEPRI .co.id, NATUNA – Bupati Natuna beserta ketua DPRD dan rombongan muspida datang ke pulau sedanau dalam rangka menyaksikan pelepasan ekspor perdana budidaya ikan napoleon ke Hong Kong. Pelepasan budidaya ikan air laut tersebut berlangsung di Pelabuhan Pelantar Nato Kecamatan Bunguran Barat.

Terkait ekspor ikan ke negara tetangga itu, Bupati Natuna, Hamid Rizal, mengatakan, hal ini memang harus diperjuangkan, gunanya memperbaiki perekonomian masyarakat nelayan.

BACA JUGA : http://www.wartakepri.co.id/2018/02/03/dua-puskesmas-diresmikan-bupati-natuna-masih-membutuhkan-tenaga-medis/

“ Saya mesti harus berjuang ke Pemerintah Pusat, karena sebagian besar ekonomi masyarakat kita berasal dari nelayan,” ujarnya,  Sabtu, (3/2/2018).

Diterangkannya, kalau ekspor ikan napoleon dilarang oleh Pemerintah Pusat, lalu masyarakat Natuna harus kerja apalagi, dan bagaimana nasib anak-anak mereka yang sedang kuliah. Mungkinkah ini harus dibiarkan ? tentu tidak….

Bupati pada kesempatan itu, juga mengucapkan terima kasih kepada pelaku usaha bernama Nato yang telah memfasilitasi persiapan penampungan ikan napoleon di Sedanau.

Sementara itu, utusan dari kementerian maritim yang menghadiri acara tersebut dihadapan Bupati Natuna, Anggota DPRD, OPD, beserta Jajaran Instansi Tinggi Natuna dan sejumlah masyarakat nelayan menerangkan untuk ekspor ikan jenis napolen hingga bulan Maret 2018 diberi kewenangan mencapai 5000 ekor.

Sedangkan pelepasan 30.000 ekor yang diusulkan oleh Bupati Natuna pada setiap tahunya, akan dikaji kembali sesuai regulasi.

Pulau sedanau memang sangat indah alam serta lingkungan nya Dari Rumah-rumah tunggu tersebut berada agak menjorok ke laut banyak terdapat Bagan apung keramba dimana para nelayan budidaya ikan dan ternak kepiting rajungan di besarkan.

Dari Kawasan laut Pulau Sedanau memang menjadi habitat bagi ikan-ikan mahal menjadi hidangan istimewa di Hongkong.

Di sana nelayan tidak harus berburu di tengah laut seperti nelayan di Bali, Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Itu pun pada musim-musim tertentu. Di Pulau Sedanau nelayan tidak harus menunggu musim untuk mencari bibit-bibit ikan napoleon.

Setiap saat mereka bisa menjaring, sebelum kemudian dibesarkan di keramba-keramba milik warga.

Ikan napoleon hingga saat ini termasuk komoditas laut yang banyak dicari tengkulak ikan dari Hongkong dan negara Asean lainnya.

Bagi warga Hongkong, ikan itu menjadi hidangan istimewa yang disajikan untuk menjamu pejabat atau orang-orang penting lainnya. Tak heran bila harganya melambung tinggi kono katanya ikan Napoleon membuat Awat muda.

Ikan tersebut bisa tumbuh hingga panjangnya mencapai 2 meter. Namun, yang banyak dicari para tengkulak justru yang ukurannya kecil-kecil, sebesar ikan gurami jika lebih dari itu justru harga ikan itu menurut harganya.

Menurut Izhar, salah seorang pemilik keramba, ikan yang banyak dicari seukuran berat 1 kilogram, konon pada ikan napoleon seukuran itu, dagingnya sangat lezat. Gizinya juga tinggi, orang Hongkong sangat suka.

“Makanya, ikan napoleon seberat 1 kilo saja harganya di sini mencapai Rp 1 juta,” ujar Izhar.

Kenapa ikan yang bentuk kepalanya menyerupai topi pahlawan Prancis Napoleon Bonaparte tersebut sangat mahal?

Selain kandungan gizi dan kelezatannya, bagi orang Asia, memakan ikan itu dipercaya bisa mendatangkan keberuntungan (hoki). Terlebih, bagi mereka, tidak mudah menemukan ikan napoleon di negara mereka.

Untuk mendapatkan ikan istimewa tersebut, para tengkulak mesti berlayar beribu-ribu kilometer menuju perairan laut Natuna utara Apalagi, diperlukan proses panjang untuk mendapatkan ukuran ikan yang ideal untuk dikonsumsi.

“Untuk proses pembesaran dari bibit hingga ukuran sekitar 1 kilogram saja, diperlukan waktu sekitar empat tahun proses budidaya,” terangnya.

Izhar sudah lama menjadi peternak ikan budidaya. Karena itu, dia tahu betul manis pahitnya beternak ikan tersebut.

“Alhamdulillah ekonomi masyarakat sedanau sangat bergantung pada ternak budidaya ikan hidup itu”ujarnya.

Sabtu pagi kemarin wajah keceriaan masyarakat sedanau terpancar cerah sebab dari hasil penjualan ikan senagaian uang dapat di gunakan untuk keperluan keluarga dan sisanya terus melakukan pemeliharaan ikan.

“Semoga saja kuota ekspor ikan hidup dapat di tambah lebih besar lagi,”tutup Izhar. (Rikyrinovsky)

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 33
RAMADHAN 2018 RAMADHAN 2018 RAMADHAN 2018 RAMADHAN 2018 RAMADHAN 2018 BANNER WARTA KEPRI
BANNER WARTA KEPRI
DEWAN PERS WARTAKEPRI

Berita Terkait




PEMPROV KEPRI
PEMKO TANJUNGPINANG
PEMKO BATAM PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD BATAM
DPRD LINGGA