Ada Apa??? Kapal Pelni Tidak Mau Bersandar Dipelabuhan Letung Anambas

BANNER WARTA KEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 33

Wartakepri.co.id ANAMBAS-Masyarakat Kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur Kabupaten Kepulauan Anambas sangat membutuhkan keseriusan pemerintah untuk mengarahkan pihak PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) agar segera melakukan kebijakan terkait sandarnya kapal Bukit Raya di pelabuhan Letung, sebab pelabuhan tersebut sudah selesai dibangun.

“Kami sangat berharap sekali kapal Bukit Raya dapat sandar dipelabuhan baru dibangun oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan beberapa waktu silam,”kata Awang warga Desa Rewak Kecamatan Jemaja kepada wartawan.

Menurutnya, melihat dan mengalami langsung ketika musim utara tiba dan setiap harinya, para penumpang dari Letung pada umumnya hendak berlayar menggunakan kapal tersebut,mesti terlebih dahulu harus mengarungi laut menggunakan Kapal Motor (KM) milik warga terbuat dari kayu sebagai akses transportasinya menuju kapal tersebut.

“Pada umumnya para penumpang turun naik di Letung harus turun menggunakan tangga menuju kapal pompong, sebab kapal tidak sandar dipelabuhan dan turunnya ditengah laut,”sebutnya.

Setiap kapal Bukit Raya tiba di Letung tidak pernah sandar dipelabuhan, kapal tersebut hanya labuhkan jangkarnya untuk menaikan dan menurunkan penumpang. Dirinya sangat kuatir jika terjadi hal yang tidak diinginkan, sejauh ini yang ia ketahui belum pernah mengalami kecelakaan memakan korban. Namun rasa kuatir dari masyarakat sangat tinggi apalagi sedang membawa anak dan bayi mereka.

“Sudah pasti kami merasa tidak nyaman dengan hal ini. Awalnya kami berpikir setelah pelabuhan Letung selesai dibangun kapal Bukit Raya bakal sandar, “ujarnya.

Sementara itu Syahbandar di Letung, Panca mengatakan, bahwa pelabuhan letung pada prinsipnha sudah siap disandarkan oleh kapal Bukit Raya. Panjang pelabuhan 100 meter, lebarnya sekitar 11 meter, surut terendah air laut 9 meter dan pasang tinggi air laut 12 meter, ditambah lagi olah gerak kapal dua kali panjang kapal, sedangkan keadaan area laut di pelabuhan letung seluas 300 meter.

Katanya, pelabuhan itu mulai dibangun pada tahun 2013 dan sempat berhenti, lalu dituntaskan pada tahun 2017.

“Cukup sangat memungkinkan kapal itu sandar dan olah gerak bagi kapal tidak mengalami kendala. Mudah-mudahan setelah dilakukan survei oleh pihak Kementerian Perhubungan pelabuhan itu bisa difungsikan sesuai dengan target awal,”ucapnya.

Ia juga berharap kepada Pemerintah Daerah agar dapat mengadakan barang seperti tangga naik turun penumpang, terminal dan ruang tunggu untuk penumpang. Hal itu tidak terlepas peran serta kepala daerah untuk melakukan koordinasi dengan pihak PT Pelni agar dapat segera kapal Bukit Raya sandar dipelabuhan baru di Letung.

“Tentu hal itu peran serta Pemda sangat dibutuhkan. Saya yakin pak Bupati akan melakukan koordinasi dengan pihak yang berkompeten,”jelasnya.(Mad).

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 33
RAMADHAN 2018 RAMADHAN 2018 RAMADHAN 2018 RAMADHAN 2018 RAMADHAN 2018 BANNER WARTA KEPRI
BANNER WARTA KEPRI
DEWAN PERS WARTAKEPRI

Berita Terkait




PEMPROV KEPRI
PEMKO TANJUNGPINANG
PEMKO BATAM PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD BATAM
DPRD LINGGA