Pakai Pistol, Inilah Pengakuan Lengkap Tersangka Penculik Leng Cece di Malaysia

BANNER WARTA KEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 33

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Tim gabungan kepolisian dari Polda Kepri dengan Kepolisian Diraja Malaysia memperdalam peran para pelaku penculikan atas korban wanita bernama Cece WNA asal Malaysia.

Tim Interogator yang dipimpin oleh Iptu Afuza Edmond S.Ik didampingi oleh SIO Jenayah Kontijen Batu Pahat ASP Andi Ramee dan Staf Teknis Polri KJRI Johor Bahru AKBP Wino melaksanakan interogasi terhadap seorang tersangka penculikan atas nama Agustinus Ratu alias Arlando Lan

Tersangka Agustinus tinggal di Maitri Garden II Blok C No 434 RT 004 RW 001, Batam Center, Batam, Kepri.

Dari laporan dari pihak kepolisian yang didapat WartaKepri melalui pesan media sosial.

Drama penculian sendiri dimulai awal Bulan Februari 2017, dimana tersangka Arlando Lan alias Lan menerima telepon dari Tersangka Asiong dengan percakapan yang isinya Tersangka Asiong meminta Tersangka Lan untuk melakukan penculikan terhadap seseorang dalam hal utang piutang.

Kemudian Tersangka Lan pun menyanggupinya dan meminta uang kepada Tersangka Asiong dan dikirimkan uang sejumlah Rp 7.000.000 ke rekening Bank BNI Tersangka Lan (buku rekening Bank BNI dan Bank BRI milik Tersangka Lan Berada di rumahnya yang berada di Maitri Garden Batam)

Setelah mendapat perintah untuk melakukan penculikan, Tersangka Lan langsung memesan tiket menuju Batam di sebuah travel di daerah Ende, NTT.

Sesampainya di Batam Tersangka Lan langsung menuju Rumah Kawan Lamanya yang berada di Perkebunan, Temiang, Sekupang, Batam

Pada saat sampai perkebunan Tersangka Lan berjumpa dengan Tersangka David yang kemudian Tersangka Lan mengajak Tersangka David untuk membantu melakukan Penculikan di Malaysia.

Setelah Tersangka Lan mendapat telpon dari Tersangka Asiong mengenai Kapal yang akan mengangkutnya, Tersangka Lan langsung pergi menuju Pantai Nongsa, Teluk Mata Ikan, Batam dan bertemu dengan seseorang yang menjadi orang suruhan Asiong sebagai Pengemudi Kapal untuk menyebrangkan ke Malaysia melalui Sungai Rengit, Pengerang, Kota Tinggi, Johor Bahru.
Adapun kapal yang digunakan berjenis kapal kayu bermuatan sekitar 20 orang dan memiliki 2 mesin.

Sesampainya di Sungai Rengit, Tersangka Asiong menjemput Tersangka Lan dan Tersangka David menggunakan Sedan warna Silver dan menuju Kedai Asiong.

Sesampainya di Kedai Asiong Tersangka Asiong menjelaskan bahwa Tersangka Lan nantinya melakukan penculikan ditemani oleh Tersangka Bento, Tersangka Yadi als Panjang dan Tersangka Pendek. Semua kegiatan sudah diatur oleh Tersangka Asiong untuk kegitan Penculikan Menunggu Perintah dari Tersangka Asiong.

Setelah satu minggu berada di Kedai Asiong yaitu Selasa 21 Februari 2017 Tersangka Asiong memerintahkan Tersangka Lan untuk melalukan penculikan terhadap Korban Kuang Leng-Leng.

Kemudian Tersangka Lan, Tersangka Bento, Tersangka Yadi dan Tersangka Pendek menuju rumah Korban menggunakan dua mobil yaitu satu sedan warna hitam dan satu sedan warna putih. Adapun pada saat di mobil Tersangka Bento menyerahkan sebuah Pistol kepada Tersangka Lan

Sesampainya di Rumah Korban para tersangka langsung memasuki Rumah Korban dan melakuka Penculikan terhadap korban. Adapun Tersangka Lan sempat menarik Korban dan Menodongkan Pistol kepada saksi-saksi yang berada di dalam Rumah Korban dan mengatakan “Jangan Lapor Polisi dan Jangan Telpon Siapa-Siapa”.

Selanjutnya Korban dibawa para tersangka menggunakan mobil sedan warna hitam dan putih.

Setelah keluar dari rumah korban para tersangka langsung mengikuti mobil yang di dalamnya merupakan mobil Tersangka Asiong, dan Tersangka Asiong sempat meninggalkan mobilnya dan mengikut di dalam mobil Tersangka Lan.

Sebelum menaiki mobil Tersangka Lan mengembalikan pistol milik Tersangka Bento. Yang ada di dalam mobil sedan hitam yaitu Terangka Asiong dan Tersangka Lan, yang berada di mobil sedan putih yaitu Tersangka David, Tersangka Bento, Tersangka Yadi, Tersangka Pendek dan Korban. Selanjutnya para tersangka dan korban menuju Sungai Rengit.

Sesampainya di Sungai Rengit Tersangka Asiong telah menyiapkan sebuah kapal beserta satu orang pengemudinya, kemudian Tersangka Lan, Tersangka David, Tersangka Bento, Tersangka Yadi, Tersangka Pendek dan Korban menaiki kapal dan menuju Batam.

Pada saat di tengah laut kapal sempat mati mesin sebanyak dua kali, namun kapal masih bisa sampai di Pantai Nongsa.

Sekira hari Rabu tanggal 22 Februari 2017 pkl 05.00 wib Para Tersangka dan Korban tiba di Pantai Nongsa, Teluk Mata Ikan, Nongsa, Batam dan langsung berjalan kaki menuju Pos Ronda di simpang 3 untuk menyetop Mobil Angkot yang akan digunakan menuju Temiang.

Sekira tanggal 25 atau 26 Februari 2017 Tersangka Lan mengajak Korban ke diskotik daerah Tanjung Uncang, Batu Aji, Batam. Korban tidak meminum minuman beralkohol dan Tersangka Lan tidak ada menyetubuhi Korban.

Sekira tanggal 1 atau 2 Maret 2017 Teraangka Lan berencana kembali ke Malaysia kemudian Tersangka Lan menitipkan Korban untuk dilakukan penyekapan di Perkebunan Temiang kepada Tersangka David, Tersangka Bento, Teraangka Yadi dan Tersangka pendek. Kemudian Tersangka Lan menuju Malaysia melalui Pantai Nongsa menggunakan kapal pesanan Tersangka Asiong ke Sungai Rengit.

Sesampainya di Malaysia Teraangka Lan langsung menuju Kedai Asiong menggunakan Taxy dan pada saat bertemu Tersangka Asiong di kedainya Tersangka Asiong menitipkan sebuah Pistol dan setelah itu Tersangka Lan langsung meninggalkan Tersangka Asiong untuk pergi berpindah-pindah tempat di Wilayah Malaysia

Pada tanggal 21 maret 2016 sekira pkl 17.15 (waktu lokasi malaysia) Telah ditangkap Tersangka Lan di sebuah Taxy Proton berwarna Merah denga nomor registrasi HJA 8686 di pintu keluar daerah Yong Peng, Johor Bahru, Malaysia dengan barang bukti 1 buah Pistol Zoraki dan 20 butir peluru 9 mm

Tersangka Asiong dan Tersangka Lan sudah saling mengenal sejak Tahun 2007 dimana pada saat itu Keduanya aktif melakukan kejahatan perampokan di wilayah hukum Malaysia

Tersangka Lan baru saja keluar penjara Bulan Februari 2016 kemudian kembali bekerja menjadi Kuli Bangunan di Malaysia pada Bulan April 2016 dan pada Bulan Juli 2016.

Tersangka Lan pernah diminta Tersangka Asiong untuk membawa sebuah tas seberat kurang lebih 5 hingga 10 kilogram yang mana setelah diketahui tas tersebut berisi Narkoba.(dedy swd/WA)

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 33


RAMADHAN 2018 RAMADHAN 2018 RAMADHAN 2018 RAMADHAN 2018 RAMADHAN 2018 BANNER WARTA KEPRI
BANNER WARTA KEPRI
DEWAN PERS WARTAKEPRI

Berita Terkait



PEMPROV KEPRI
PEMKO TANJUNGPINANG
PEMKO BATAM PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD BATAM
DPRD LINGGA