Pembangunan Jalan Pasir Lulun-Desa Linau Belum Terealisasi

BANNER WARTA KEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 33

WARTAKEPRI.co.id, LINGGA – Masyarakat  Dusun Pasir Lulun Desa Tanjung Bungsu Kecamatan Lingga Utara, mengeluhkan dengan belum terealiasi secepatnya  jalan Pasir Lulun menuju Desa Linau, dengan jarak tempuh 6,7 Kilomter.

Warga Pasir Lulun meminta jalan tersebut di prioritaskan, karena akan memperpendek rentang kendali antara Pasir Lulun ke Pemerintahan Kabupaten Lingga, selama ini, warga harus menempuh jalur laut dengan menyinggahi beberapa tempat baru bisa ke Daik Lingga.

“Padahal Pasiri Lulun merupakan satu gugusan pulau dengan Daik Lingga, namun sampai sekarang jalur darat belum juga di buka,” ungkap warga Pasir Lulun, Minggu (31/7/2016).

Kepala Desa Tanjung Bungsu Mawardi juga mengatakan, masalah jalan Pasir Lulun ke Desa Linau memang merupakan usulan prioritas setiap tahunnya, sampai sekarang belum terealisasi oleh Pemkab Lingga melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lingga, sedangkan masyarakat bertanya terus pada dirinya selaku kepala Desa.

“Setiap saat sering saya di tanya kapan di buka jalan itu. Sampai-sampai saya merasa malu pada warga, karena sudah di ketuk palu oleh DPRD Tahun 2011 lalu dan akan di realisasi pada Tahun 2012,” ungkap Mawardi, Minggu (31/7/2016).

Katanya lagi, Tahun 2011 DPRD sudah mengesahkan anggaran pembukaan jalan Pasir Lulun – Linau, karena Kabupaten Lingga mengalami Defisit anggaranan Tahun 2012, pekerjaanpun di tunda.

“Defisit Lingga terhitung Tahun 2012, hingga Tahun 2016, sehingga keinginan masyarakat tidak dapat terkabulkan, sampai menjadi penundaan berkali-kali. Kita harap Tahun 2017, Pemkab Lingga melalui Dinas PU, dapat merealisasi keinginan warga Pasir Lulun,” harapnya.

Ceritanya, selama ini warga ingin ke Daik Lingga harus melalui laut memakai pompong, dengan melalui dua jalur. Dari Pasir Lulun menuju Resun atau dari Pasir Lulun menuju Tanjung Bungsu, baru dilanjutkan memakai motor menempuh jarak puluhan kilometer ke pusat pemerintahan.

“Setiap ingin ke Daik harus melalui laut dulu, baru pakai motor dengan jarak tempuh cukup jauh. Sebenarnya Pasisir Lulun merupakan satu gugusan pulau dengan Daik Lingga, wajar pemerintah membuka jalur darat buat masyarakat setempat,” imbuhnya.

Terkait masalah ini, Komisi II DPRD Lingga belum dapat ditemui, untuk memberi jawaban terkait pemberitaan ini, apakah ada tidaknya di anggarkan pembukaan jalan Pasir Lulun – Linau Tahun 2017, karena sudah lima tahun di nanti masyarakat, dan merupakan usulan prioritas setiap tahunnya pada Musyawarah Rencana Pembangunan tingkat desa hingga ke ke tingkat Kabupaten Lingga. (mrs/kabarlinga).

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 33
RAMADHAN 2018 RAMADHAN 2018 RAMADHAN 2018 RAMADHAN 2018 RAMADHAN 2018 BANNER WARTA KEPRI
BANNER WARTA KEPRI
DEWAN PERS WARTAKEPRI



PEMPROV KEPRI
PEMKO TANJUNGPINANG
PEMKO BATAM PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD BATAM
DPRD LINGGA