PNS Pemko Tanjungpinang Ngaku Pakai Sabu Sejak Kelas 3 SMA

BANNER WARTA KEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 32

TANJUNGPINANG, WARTAKEPRI.CO.ID – Dihadapan Majelis Hakim, Suheriansyah Saputra alias Heri, pegawai di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (KPPAD) Pemko Tanjungpinang, mengaku salah dan tobat menggunakan narkotika jenis sabu.


“Saya mengaku salah dan tobat pak hakim. Saya janji tak akan mengulangi perbuatan lagi,” ujar Suheriansyah, di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, kemaren.
Dikutip laman batampos.co, Sidang dipimpin Eryusman didampingi Sugeng dan Afrizal. Hal cukup mengagetkan, ternyata terdakwa mengaku mengenal dan memakai narkoba sejak ia duduk di bangku kelas 3 SMA silam. ‎

“ Namun kembali pakai lagi, awal 2015, untuk menambah stamina dalam melaksanakan aktivitas kerja sebagai Pegawai,” terdakwa.

Selain itu, Heri mengaku sudah dua kali melakukan transaksi menjual narkoba dengan saksi Yusrizal (terdakwa sidang terpisah), yang sebelumnya ditangkap jajaran Satres Narkoba Polres Tanjungpinang, di kawasan Bintan Centre Km 9 beberapa waktu lalu.

“Saya jual satu paket ke Yusrizal seharga Rp 1 juta, setelah melakukan komunikasi lewat hendpone, kemudian bertransaksi melelaui sistem lempar, menggunakan kotak rokok ,” ungkapnya.

Heri mengatakan, ia mendapatkan sabu tersebut dari seseorang bernama Hendro (DPO) yang ia kenal lewat salah seorang temannya beberapa waktu lalu. “Saya tidak ada mengambil untung dalam menjual sabu tersebut,” ucapnya.


Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ricky Setiawan dari Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, kasus ini bermula saat Yusrizal ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungpinang pada 11 September 2015 lalu. Yusrizal alias Izal (displit) yang ditangkap mengaku membeli narkoba dari Heri.

Sementara itu, terdakwa Heri saat ditangkap dan digeledah, polisi mendapatkan barang bukti satu paket sabu di box sepeda motor yang dikendarainya.

Atas perbuatannya, Heri dijerat dengan pasal 114, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 pasal tersebut mengenai memperjualbelikan narkotika golongan I dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara. (bpos/swd)


 

 

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 32
RAMADHAN 2018 RAMADHAN 2018 RAMADHAN 2018 RAMADHAN 2018 RAMADHAN 2018 BANNER WARTA KEPRI
BANNER WARTA KEPRI
DEWAN PERS WARTAKEPRI

Berita Terkait




PEMPROV KEPRI
PEMKO TANJUNGPINANG
PEMKO BATAM PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD BATAM
DPRD LINGGA